Kepesertaan 35.809 Penerima Kartu Prakerja Gelombang 12-15 Dicabut

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 18:15 WIB
Ilustrasi kartu prakerja. Prakerja.go.id
Perbesar
Ilustrasi kartu prakerja. Prakerja.go.id

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15. Langkah ini dijalankan karena peserta tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai peserta Program Kartu Prakerja.

"Manajemen mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15," kata Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu kepada wartawan, Jumat (24/4).

Saat ini, pihak Manajemen masih memantau pergerakan kepesertaan dari gelombang 16. Dari sekitar 300 ribu peserta gelombang 16, ada 12 ribu orang yang belum membeli pelatihan pertamanya.

Batas akhir pembelian pelatihan pertama untuk gelombang 16 adalah hari Kamis, 29 April 2021 pukul 23.59 WIB.

"Kami sangat berharap peserta gelombang 16 dapat segera membeli pelatihan pertamanya sebelum batas akhir. Begitu banyak orang yang ingin bergabung dengan Program Kartu Prakerja, jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di dashboard," jelasnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

2,5 Juta Peserta Kartu Prakerja 2021 Telah Menerima Insentif

Ilustrasi Program Kartu Prakerja. Dok prakerja.go.id
Perbesar
Ilustrasi Program Kartu Prakerja. Dok prakerja.go.id

Sebelumnya, Direktur Utama Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menyampaikan, total ada sebanyak 2,7 peserta prakerja menerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak 2,5 juta peserta program Prakerja telah menerima insentif.

“Jadi ini benar-benar sebuah pemerataan kesempatan, dan dari 2,7 juta penerima manfaat tersebut, 2,5 juta orang sudah menerima insentif," kata Danni dalam dialog produktif bertajuk 'Prakerja Sudah Sampai Mana?' yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Kamis (22/4/2021).

Denni menyatakan, bahwa pemerintah telah menetapkan anggaran Program Kartu Prakerja 2021 sama dengan tahun lalu, yakni Rp 20 triliun. Peserta terpilih Kartu Prakerja secara total akan mendapat dana bantuan sebesar Rp 3,55 juta.

Rinciannya, uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pascapelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali.

Menurut Danni, program Kartu Prakerja juga diharapkan menjadi jaring pengaman sosial selama pandemi virus corona.

“Setelah menyelesaikan pelatihan, penerima manfaat akan mendapatkan insentif. Ini yang dipakai membayar kebutuhan sehari-hari bahkan dapat dimanfaatkan untuk modal usaha. Jadi Prakerja itu secara tidak langsung mendorong kewirausahaan,” terang Denni.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓