Bansos dan THR Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Meski Tak Ada Mudik Lebaran

Oleh Septian Deny pada 23 Apr 2021, 13:21 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 15:24 WIB
FOTO: Kemristek Beri GeNose C19 kepada Kemenko Perekonomian untuk Deteksi COVID-19
Perbesar
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan saat menerima GeNose C19 dari Menristek Bambang Brodjonegoro di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/3/2021). GeNose C19 diharapkan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan secara lebih masif. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mempercepat pencairan bantuan sosial (bansos) hingga mendorong perusahaan mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan tepat waktu. Dengan begitu, daya beli masyarakat diharapkan bisa naik meski tidak kembali ke kampung halaman alias mudik Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mendorong kemampuan daya beli masyarakat. Karena itu, dia juga sudah menyiapkan program untuk memacu keseimbangan supply dan demand.

Beberapa di antaranya, yakni dikebutnya penyaluran target output perlin Dungan sosial. Antara lain, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako dan lainnya. Program yang belum terpenuhi pada triwulan I akan didorong cair pada April hingga Mei 2021.

“Menjelang Lebaran, pemerintah akan mempercepat pencairan kartu sembako dari Juni ke awal Mei,” ujar Airlangga.

Total penyaluran program perlindungan sosial diperkirakan Rp 14,12 triliun. Airlangga juga mengatakan, pemerintah menyiapkan bansos beras bagi masyarakat melalui program bantuan beras 10 kilogram untuk masing-masing penerima kartu sembako.

Kendati begitu, mantan anggota DPR ini kembali mengingatkan perusahaan swasta agar membayar THR kepada karyawan jelang Lebaran 2021. THR diyakini bisa membantu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Airlangga, kasus Covid-19 yang sekarang makin terkendali mesti diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi. THR juga akan diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. THR dan Gaji ke-13 bisa mendorong konsumsi masyarakat.

Program-program Kementerian Koordinator Perekonomian nantinya bersinergi dengan THR swasta untuk meningkatkan daya beli. Diharapkan ekonomi bisa kembali ke level pertumbuhan pra Covid-19 sebesar 5 persen pada akhir tahun. Karena itu, ekonomi perlu tumbuh 6,7 persen di triwulan II-2021.

2 dari 4 halaman

Larangan Mudik

FOTO: Ada Larangan Mudik, Jalan Tol Dibatasi Mulai 24 April 2020
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ekonom Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro meyakini, kebijakan larangan mudik memicu perbaikan ekonomi di kota besar. Pria lulusan Public Policy di Peking University China ini mengatakan, Covid-19 telah membuat tatanan ekonomi di kota besar berdarah-darah.

Artinya, dengan larangan mudik yang dibarengi THR dan program bantuan pemerintah, bisa membantu perbaikan ekonomi di kota besar. Menurut Putera, berdasarkan Google Retail Mobility, aktivitas ekonomi yang lebih cepat pulih itu ada di daerah. Antara lain di Sumatera, Kalimantan dan Jawa Tengah.

“Masyarakat di sana cukup kuat aktivitas ekonominya dibanding Jakarta dan Bali,” tutur Putera Putera menilai, kebijakan larangan mudik perlu didukung.

Selain untuk menekan Covid- 19, juga membantu perbaikan ekonomi. “Karena tidak ada pengalihan uang dari kota ke daerah. Larangan mudik bisa membangkitkan perputaran uang di kota besar yang sedang terpuruk,” terangnya.

Putera bilang, larangan mudik akan mendorong masyaraka mengirimkan hadiah Lebaran secara online. Bahkan, fenomena ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi digital.

“Ada larangan mudik itu akan mendorong bisnis logistik, ecommerce dan UMKM. Ma syarakat yang tidak bisa pergi akan mengirim paket atau belanja online untuk keluarga di kampung halamannya,” katanya

Sementara, untuk program perlindungan sosial berupa bansos dan bentuk lainnya yang disiapkan pemerintah, juga layak diapresiasi. Hal ini sangat dinantikan masyarakat.

Selain program bansos, Putera mendukung upaya Menko Perekomian Airlangga Hartarto yang meminta percepatan pencairan bansos hingga THR bagi para karyawan tepat waktu.

“Insya Allah daya beli naik meski nggak ada mudik,” ujarnya optimis.

Tokopedia & Bukalapak Siapin Produk Harbolnas Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengapresiasi upaya pemerintah menyokong daya beli masyarakat. Apalagi untuk menaikkan tingkat konsumsi masyarakat melalui ecommerce.

“Kami tentu mendukung usaha pemerintah mendorong kemajuan industri (e-commerce). Harapannya, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Astri Tokopedia juga tengah mempelajari dampaknya pada bisnis perusahaan.

Mereka sudah menyiapkan berbagai produk serta program untuk memeriahkan musim belanja online saat jelang Lebaran nanti.

 

3 dari 4 halaman

Promo di E-Commerce

e-Commerce
Perbesar
Ilustrasi e-Commerce (iStockPhoto)

Sementara, Head of Category Management Bukalapak Ruth Retno Dewi sudah mengambil ancang-ancang menyambut momen puncak belanja online nasional jelang Lebaran. Salah satunya, menyelenggarakan program utama, yakni Pilihan Jagoan Di Ramadan.

“Kami siapkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, hobi dan otomotif serta barangbarang lainnya yang dibutuhkan untuk Ramadan dan Lebaran,” ujar Retno.

Bukalapak juga bakal berlakukan beragam penawaran menarik, seperti Cashback hingga Rp 1 juta dan Gratis Ongkir di program Pilihan Jagoan Di Ramadan.

Retno optimistis, transaksi akan meningkat jelang Lebaran dibandingkan waktu sebelumnya. Pihaknya juga sudah mengantisipasi momen puncak belanja online.

“Jelang Lebaran, transaksi online cenderung meningkat. Kami tetap fokus menciptakan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna,” kata Retno.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓