Peduli Lingkungan, 5 Selebritas Dunia Ini Gelontorkan Hartanya untuk Perubahan Iklim

Oleh Liputan6.com pada 25 Apr 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 20:17 WIB
20170129-Aktor Terbaik Oscar dari Tahun ke Tahun-Hollywood
Perbesar
2016 menjadi salah satu tahun paling bersejarah bagi hidup Leonardo DiCaprio. Pemilik nama lahir Leonardo Wilhelm DiCaprio ini akhirnya mendapatkan piala pertamanya di ajang Oscar 2016 setelah empat kali gagal. (Photo by Chris Pizzello/Invision/AP)
Liputan6.com, Jakarta Masalah perubahan iklim jadi isu paling banter dibicarakan banyak orang setahun terakhir, meski kenyataannya isu ini sudah ada sejak lama. Tanpa banyak diketahui, tidak sedikit selebritas dunia yang rupanya sudah lama aktif memperingatkan masalah ini.
 
Melalui pekerjaan mereka di Hollywood, para superstar tersebut telah mendapatkan banyak pengikut dan tentunya mendapat banyak uang.  Alih-alih hanya menikmati gaya hidup mewah mereka, para selebritas ini telah memutuskan untuk mengambil sikap dan menggunakan kekayaan mereka untuk hak yang lebih bertanggung jawab, yaitu menyelematkan alam.
 
Mulai dari mendirikan bisnisnya sendiri yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan kesadaran lewat kampanye di media sosial. Bahkan mendonasikan jutaan dolar setahun untuk berbagai aktivitas penyelamatan lingkungan. 
 
Dikutip dari The Richest, Minggu, (25/4/2021) berikut 5 selebritas dunia yang terkenal aktif melakukan kampanye penyelamatan lingkungan hidup. Salah satunya bahkan dari keluarga kerajaan.
 
 
1. Leonardo DiCaprio
 
Aktor legendaris Hollywood ini sudah sejak lama menyelami isu krisis iklim. Sejak usianya masih 23 tahun, dia mendirikan yayasan The Leonardo DiCaprio Foundation (LDF), yang fokus utamanya terhadap permasalah lingkungan. Sejak saat itu, LDF telah memberikan pendanaan lebih dari USD 80 juta ke lebih dari 200 proyek penyelamatan lingkungan.
 
Tidak cukup sampai di situ, ia juga merogoh dompetnya untuk mendukung bisnis yang ramah lingkungan. DiCaprio telah menaruh uangnya di beberapa perusahaan vegan, termasuk startup pangan yang memproduksi alternatif daging nabati, Beyond Meat.
 
Di samping itu, tmpaknya ia juga mencoba memanfaatkan karirnya di dunia hiburan untuk membantu kampanye lewat film. DiCaprio juga beberapa kali terlibat sebagai eksekutif produser untuk beberapa film dokumenter tentang lingkungan dan perlidungan hewan, termasuk Cowspiracy, Before the Flood, dan Sea of Shadows.
 
Ia juga kerap membagikan postingan di Instagramnya yang berisi kampanye perubahan iklim. Termasuk memanfaatkan panggung Oscar. Dalam sambutannya di acara penghargaan film terbesar dunia itu, DiCaprio menyampaikan peringatannya tentang perubahan iklim.
 
"Perubahan iklim itu nyata, itu terjadi sekarang. Ini adalah ancaman paling mendesak yang dihadapi oleh semua makhluk, dan kita perlu bekerja sama secara kolektif dan berhenti menunda-nunda," ujarnya.
 
2 dari 4 halaman

2. Pangeran William

Momen Mesra Kate Middleton dan Pangeran William
Perbesar
Pangeran William dan Kate Middleton bergandengan tangan saat meninggalkan Rumah Sakit St Mary's di London, Senin (23/4). Di luar dugaan, William dan Kate yang berniat untuk kembali ke Kensington Palace memamerkan kemesraannya. (AP/Kirsty Wigglesworth)
Pangeran William sebenarnya bukan satu-satunya bangsawan kerajaan yang mendedikasikan dirinya untuk memerangi krisis iklim. Tetapi langkah inovatifnya layak diacungi jempol. 
 
Bersama dengan penyiar senior BBC, David Attenborough, Pangeran William membuat The Earthshot Prize tahun 2020 lalu. Sebuah penghargaan yang kemudian mereka sebut sebagai 'Hadiah Nobel untuk Pegiat Lingkungan'.
 
Didirikan pada tahun 2020, hadiah Earthshot akan memberikan lima penghargaan sebesar USD 1,3 juta setahun selama sepuluh tahun. Sasarannya adalah: melindungi dan memulihkan alam, membersihkan udara, menghidupkan kembali lautan, membangun dunia bebas limbah, dan memperbaiki iklim.
 
Dengan nominal uang penghargaan yang diberikan, BBC menyebut The Earthshot Prize merupakan penghargaan terbesar di bidang lingkungan yang pernah ada. 
 
 
3. Mark Rufallo
 
Pemeran Hulk dalam seri Avenger ini sudah menjadi aktivis lingkungan sekitar sepuluh tahun yang lalu. Ketika lahan pertaniannya di bagian utara New York terancam rusak akibat aktivitas pertambangan yang mengontaminasi air di sekitarnya.
 
Sejak saat itulah, Ruffalo menggunakan ketenarannya untuk meningkatkan kesadaran akan semua jenis masalah lingkungan, termasuk pengalaman buruknya dengan aktivitas pengeboran (fracking) di lokasi pertambangan. Ia juga sering tampil sebagai orator di unjuk rasa anti-fracking, protes anti-pipa, dan kampanye untuk mendukung The Green New Deal.
 
Seperti DiCaprio, pada tahun 2019 Rufallo kemudian membuat film 'Dark Waters' sebagai kampanye penyelamatan air. Bergenre thriller hukum tentang kisah kehidupan nyata Robert Bilott, yang mengajukan kasus terhadap perusahaan manufaktur bahan kimia DuPont, setelah limbah kimia pabrik mencemari sebuah kota.
 
3 dari 4 halaman

4. Matt Damon

Matt Damon. (Foto: Instagram @matt_damon_official)
Perbesar
Matt Damon. (Foto: Instagram @matt_damon_official)
Kalau Rufallo menyoroti masalah pencemaran air akibat aktivitas pertambangan, hampir mirip tapi berbeda, Matt Damon melihat permasalah air sebagai krisis global.
 
Bintang utama film Ford V Ferrari ini bekerja sama dengan Gary White, salah satu pakar air bersih dan sanitasi terkemuka di dunia, untuk mendirikan Water.org. Lembaga nonprofit ini membantu keluarga yang berjuang melawan kemiskinan untuk mendapatkan pinjaman mikro, sehingga mereka dapat memiliki pipa dan sistem filtrasi air sendiri di rumah mereka.
 
Awalnya ia hanya membantu mempromosikan dan mengelola organisasi, namun seiring krisis yang meluas dan jumlah keluarga yang membutuhkan sumber air semakin besar, Damon dengan inisiatifnya merogoh kocek pribadinya dalam proyek tersebut.
 
Damon kemudian menginvestasikan satu juta dolar pertama, dan dia menginspirasi orang kaya lainnya untuk melakukan hal yang sama. Mereka mengubah Water.org menjadi WaterEquity, dana yang memungkinkan investor berinvestasi dalam portofolio yang berfungsi untuk memberikan akses untuk menghemat air.
 
 
5. Jaden dan Will Smith
 
Jaden Smith baru berusia 10 tahun ketika dia pertama kali menyadari masalah polusi. Dia sedang berlibur dan bermain di laut ketika dia melihat sampah botol plastik yang terombang-ambing di sampingnya. Kekesalan itulah yang membawanya kemudian bercerita kepada sang ayah, Will Smith untuk mengatasi masalah tersebut.
 
Sekarang Jaden dan ayahnya Will Smith adalah salah satu pendiri perusahaan air kemasan ramah lingkungan bernama Just. Misinyanya untuk mengurangi penggunaan plastik dan emisi karbon dioksida secara global.
 
Kemasan perusahaan hampir seluruhnya dapat diperbarui, dan botolnya sendiri terbuat dari tebu, bukan plastik. “Ini adalah perusahaan yang lahir dari kecintaan seorang anak pada laut,” kata Will Smith kepada The Associated Press.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓