Sri Mulyani Waspadai Banyak Masyarakat Mulai Rekreasi

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 22 Apr 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 15:00 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). APBN 2019, penerimaan negara tumbuh 6,2 persen dan belanja negara tumbuh 10,3 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati coba mewaspadai mobilitas masyarakat yang mulai mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya aktivitas konsumsi yang naik untuk kegiatan rekreasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mencermati, sejumlah aktivitas konsumsi masyarakat mulai alami peningkatan pada Maret 2021. Seperti untuk belanja makanan/minuman, informasi, transportasi, hingga pakaian dan perlengkapan alat rumah tangga.

"Juga kegiatan rekreasi, meskipun yang terakhir ini akan sangat tergantung kepada kita semua di dalam menjaga agar Covid-19 tidak melonjak pada saat aktivitas konsumsi di bidang rekreasi terjadi," imbuhnya dalam sesi teleconference APBN Kita, Kamis (22/4/2021).

Menurut catatan yang dibawakannya, indeks keyakinan konsumen (IKK) di sepanjang kuartal I 2021 terus mengalami lonjakan. Bergerak dari posisi 84,9 di Januari, menjadi 85,8 pada Februari, dan jadi 93,4 di Maret.

Sri Mulyani meyakini, peningkatan tersebut akan terus terjadi pada kuartal II 2021 ini, karena tingkat kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas dan berbelanja juga naik.

"Konsumsi diperkirakan akan terus menguat pada kuartal kedua tahun 2021. Ini yang jadi basis confidence, seperti terlihat juga dari indeks penjualan ritel yang juga mengalami peningkatan pada bulan Maret di 182,3," ungkapnya.

Peningkatan konsumsi masyarakat pun jadi pertanda baik untuk pemulihan ekonomi nasional. Sebab, Sri Mulyani mengatakan, konsumsi masyarakat merupakan kontributor terbesar dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Terlihat pada bulan Maret kenaikan yang cukup signifikan, dari 85,8 pada Februari ke 93,4 (pada Maret 2021). Ini artinya konsumen di Indonesia memiliki keyakinan yang membaik," tutur Sri Mulyani.

2 dari 3 halaman

Survei IPS: Sri Mulyani Jadi Salah Satu Menteri dengan Kinerja Paling Memuaskan

[Fimela] Sri Mulyani
Perbesar
(Instagram/smindrawati)

Indonesian Presidential Studies (IPS) menggelar survei kepuasan kinerja pemerintah periode Maret hingga April 2021. Dalam survei ini terdapat permintaan persepsi mengenai menteri dengan kinerja paling baik. 

Direktur Eksekutif IPS Nyarwi Ahmad mengatakan, survei telah dilakukan dengan metode wawancara tatap muka kepada 1.200 responden. Posisi teratas diduduki oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan jumlah persepsi publik yang puas mencapai 51,4 persen.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menempati posisi kedua dengan jumlah suara 45 persen.

"Nah berikutnya, nama menteri yang apresiasi kinerjanya di atas 30 persen itu bertambah, karena pada data tahun lalu, itu hanya 5 menteri yang kinerjanya tingkatnya di atas 30 persen," ujar Nyarwi dalam diskusi virtual, Rabu (21/4/2021).

Di peringkat selanjutnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini maju dengan jumlah 41,2 persen suara, menggeser Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang saat ini berada di peringkat 5 dengan 37,5 persen.

Di atas Nadiem, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berhasil menduduki peringkat 4 dengan jumlah suara 39 persen. Menteri BUMN Erick Thohir sendiri menduduki peringkat 6 dengan skor 33,6 persen.

Sementara, posisi terakhir didapuk oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan skor 14 persen.

"Dan data lain ialah, peran Menteri Koordinator itu tidak terlalu kelihatan. Hanya Pak Mahfud, Menkopolhukam. Justru menteri-menteri sosial, ekonomi, parekraf, BUMN itu lebih menonjol," katanya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓