Pabrik Kaca Terbesar se-ASEAN di KIT Batang Sedot Investasi Rp 5 Triliun

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 22 Apr 2021, 12:10 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 12:10 WIB
KIT Batang.
Perbesar
Presiden Joko Widodo, beserta Menteri BUMN, para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020. Dok BUMN

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakinkan kesiapan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City untuk menerima investor mulai Mei 2021.

Hal itu disampaikannya pasca kunjungan kerja ke KIT Batang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (21/4/2021) kemarin.

Sebagaimana disampaikan Jokowi, bulan depan akan ada satu perusahaan produsen kaca asal Korea Selatan, KCC Glass Corporation yang akan melakukan groundbreaking di KIT Batang.

KCC menempati lahan seluas 49 ha, dengan nilai investasi sebesar Rp 5 triliun dan perkiraan penyerapan tenaga kerja 1.300 orang. KCC akan memproduksi kaca untuk arsitektur dan otomotif, yang 80 persen hasil produksinya akan diekspor.

"Alhamdulillah bulan depan sudah ada satu perusahaan yang akan groundbreaking di KIT Batang. Bapak Presiden akan terus pantau itu. Selanjutnya kami berharap setelah tahap I pembangunan selesai, akan semakin banyak investor yang hadir di sini," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).

Dalam berbagai kesempatan, Bahlil selalu mempromosikan KIT Batang kepada para investor karena memiliki keunggulan-keunggulan. Di antaranya fasilitas infrastruktur yang menghasilkan konektivitas tinggi dan harga tanah yang sangat kompetitif.

"Saya selalu sampaikan kepada para calon investor untuk membangun usahanya di KIT Batang. Kawasan ini disiapkan oleh pemerintah dengan serius, termasuk segala fasilitas infrastrukturnya. Investor tinggal datang bawa modal dan teknologi. BKPM yang akan urus izin-izinnya nanti," ungkapnya.

Diresmikan 30 Juni 2020

KIT Batang
Perbesar
Presiden Joko Widodo, beserta Menteri BUMN, para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020. Dok BUMN

KIT Batang telah diresmikan langsung oleh Jokowo pada 30 Juni 2020 lalu. Kawasan ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan lokasi investasi yang berdaya saing tinggi.

Peruntukan KIT Batang dialokasikan 60 persen bagi industri dan 40 persen lainnya ditujukan bagi fasilitas umum dan kawasan hijau.

Pembangunan infrastruktur dasar di KIT Batang diperkirakan selesai sesuai dengan rencana, yakni Mei 2021. Selanjutnya, Grand Batang City akan siap menerima tenant (penyewa) yang akan masuk berinvestasi.

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, potensi penyerapan tenaga kerja dari pembangunan KIT Batang fase pertama ini mencapai 4.300 orang. Angka ini belum termasuk turunannya, seperti petugas keamanan, kebersihan, dan lain-lain.

Wihaji menambahkan, pemerintah daerah akan memiliki kavling seluas 25 ha yang akan digunakan sebagai Pusat Kegiatan Kabupaten (PKK) untuk UMKM, yang akan menjadi supply chain untuk kebutuhan industri besar yang ada.

"Jadi dengan munculnya berbagai industri, nanti akan menciptakan lapangan kerja baru untuk warga Batang maupun warga di sekitar Batang. Saya kira manfaatnya untuk warga negara Indonesia seluruhnya dan saling menguntungkan," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓