Dorong Ekonomi Syariah, BI Bakal Bentuk Holding Bisnis Pesantren

Oleh Andina Librianty pada 21 Apr 2021, 15:20 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 15:20 WIB
Sosialisasi PorDi di pondok pesantren Kota Cilegon
Perbesar
Sosialisasi PorDi di pondok pesantren Kota Cilegon

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) akan membentuk holding himpunan ekonomi bisnis pesantren (Hebitren) untuk memberdayakan aktivitas ekonomi di lingkungan pesantren. Pesantren dinilai memiliki kekuatan strategis menjadi pemain dalam industri halal untuk mendukung perekonomian nasional.

"Aktivitas ekonomi di pesantren sebenarnya sudah dimulai lama, namun belum optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan pesantren melalui pembentukan holding himpunan ekonomi bisnis pesantren (Hebitren) akan menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan ke depan," ungkap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Rabu (21/4/2021).

Dijelaskannya, holding tersebut merupakan gabungan unit usaha dalam bentuk koperasi dari banyak pesantren di wilayah yang berdekatan.

Upaya pembentukan holing bisnis pesantren in sejalan dengan langkah BI memperkuat implementasi kebijakan dalam rangka peningkatan korporatisasi pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dalam hal ini termasuk unit usaha syariah di pesantren melalui konsep korporatisasi.

Pembentukan holding ini tidak hanya akan memperbesar aktivitas ekonomi pesantren, tapi juga memiliki daya tawar kuat khususnya dalam penentuan harga.

"Pada gilirannya, hal ini akan meningkatkan kemandirian pesantren dalam menjalankan kegiatan utamanya. Adanya Holding ini akan meningkatkan akses keuangan, pembiayaan, dan akses pasar termasuk peningkatan tata kelola pesantren," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Pengembangan Usaha Syariah

Ilustrasi - Sejumlah santri di Pondok Pesantren Elbayan, Cilacap, keluar dari masjid usai salat Jumat. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi - Sejumlah santri di Pondok Pesantren Elbayan, Cilacap, keluar dari masjid usai salat Jumat. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Holding bisnis pesantren ini diharapkan dapat berkontribusi aktif melalui pengembangan usaha syariah di tengah pandemi, sebagai dukungan untuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Berbagai sektor usaha dikembangkan seperti pertanian terintegrasi, industri pengolahan makanan, industri pakaian, energi terbarukan dan usaha syariah lainnya yang akan diintegrasikan menjadi unit usaha lebih besar.

Destry mengatakan, pesantren memiliki keunikan dan keunggulan kompetitif dalam mengembangkan ekonomi syariah. Potensi tersebut tercermin dengaan sekira 27.722 pesantren dan 4 juta orang santri yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sehingga ini menyebabkan pesantren menjadi kekuatan strategis untuk menjadi pemain strategis dalam industri halal, mendukung perekonomian nasional," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓