BI: Indonesia Punya Porsi Besar di Industri Halal Global

Oleh Andina Librianty pada 21 Apr 2021, 14:35 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 14:39 WIB
BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5,25 Persen
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) didampingi DGS Destry Damayanti (kiri) dan Deputi Gubernur Erwin Rijanto (kanan) memberi keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Kantor BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019). BI menurunkan suku bunga acuan BI7DRR menjadi 5,25 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, mengungkapkan Indonesia memiliki peranan cukup besar dalam industri halal global. Hal ini dibuktikan degan posisi Indonesia yang dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.

Berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report 2020, Indonesia berada di posisi keempat dalam peringkat indicatore score.

Kemudian pada tahun yang sama, Indonesia sudah masuk dalam daftar 10 besar di seluruh sektor industri halal global. Pangsa pasar Indonesia dinilai cukup tinggi yaitu 11 persen terhadap industri halal global.

"Kami melihat bahwa posisi Indonesia dalam ekonomi keuangan syariah dunia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Ini berita bahagia," tutur Rosmaya dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Rabu (21/4/2021).

Sektor ekonomi dan keuangan syariah saat ini merupakan salah satu tumpuan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai memiliki potensi dan kinerja yang berdaya tahan di tengah pandemi Covid-19.

 

2 dari 3 halaman

Populasi Indonesia

Majukan Industri Halal Indonesia dengan Pameran Virtual ii-Motion 3 - 5 Juni 2021 Agar Tembus Pasar Global
Perbesar
(c) Kemenperin

Sebagai negara mayoritas muslim terbesar, kata Rosmaya, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan posisinya dalam indsutri halal global. Indonesia mewakili sekitar 13 persen dari populasi muslim dunia.

"Kita melihat Indonesia juga didukung dengan bonus demografi kaum milenial. Ini menggembirakan karena menjadi motor penggerak inovasi dan untuk kita melakukan pengembangan produk halal," jelasnya.

Faktor pendukung lain yaitu banyaknya lembaga keuangan syariah yang memadai untuk industri halal Tanah Air. Berdasarkan catatan Rosmaya, saat ini antara lain tercatat ada 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 4.500 lembaga keuangan mikro Maal wa Tamwil (BMT) yang beroperasi di indonesia.

"Lembaga-lembaga ini dapat menjadi sumber pembiayaan bagi sektor industri halal," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓