Menteri Teten Target Kontribusi UMKM ke Ekspor Capai 15 Persen

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 15:00 WIB
Menkop UKM Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi Menangkap Peluang Saat Pandemi
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan adanya peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor ke level 15 persen. Hal ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menginginkan adanya peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor yang saat ini baru mencapai 14 persen.

"Kementerian Koperasi dan UKM diminta presiden (Jokowi) untuk dongkrak ekspor produk UMKM saat ini baru 14 persen. Kita targetkan 15 persen lah gak usah jauh-jauh," bebernya dalam acara Opening Ceremony inaFashion Smesco Online Expo 2021, Rabu (21/4).

Untuk itu, kata Menkop Teten, pihaknya terus berbenah untuk menciptakan ekosistem berusaha yang jauh lebih kondusif daripada saat ini. "Ini mampu mendukung tumbuhnya UMKM naik kelas, termasuk go global. Kami sedang siapkan," bebernya.

Teten merinci, ikhtiar untuk penciptaan iklim berusaha yang lebih kondusif itu akan dimulai dengan menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih memudahkan pelaku UMKM untuk mengaksesnya. Sehingga memungkinkan UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk hingga ke pasar internasional.

"Karena selama ini banyak sekali pembiayaan untuk skala mikro, hampir di seluruh dunia segala model pembiayaan mikro ada di Indonesia. Tetapi dalam evaluasi kami ternyata (aksesnya) tidak mudah bagi mereka untuk mendapat kredit komersial pengembangan kapasitas usahanya," sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan nilai alokasi porsi kredit perbankan bagi UMKM hingga di atas 30 persen pada 2024 mendatang. Saat ini, porsi kredit perbankan bagi UMKM baru mencapai 20 persen.

"Begitu juga KUR, saat ini baru maksimum Rp500 juta. Nah, Presiden Jokowi minta tingkatan sampai Rp20 miliar. Sehingga ada kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan kapasitas usahanya," terangnya.

"Karena kalau hanya Rp500 juta, ya nantinya hanya bisa untuk bertahan di tingkat mikro terus. Padahal kita perlu menambah jumlah kewirausahaan kita," tukasnya.

2 dari 3 halaman

Pembiayaan Kredit Perbankan untuk UMKM Ditargetkan Capai 30 Persen di 2024

Lawan Pandemi Corona, Hari Belanja Brand Lokal Perdana Akan Hadir di Akhir April 2020
Perbesar
Ilustrasi UMKM. (dok. Tokopedia/Dinny Mutiah)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan skema baru pembiayaan kredit perbankan untuk UMKM. Lantaran kini pembiayaan tersebut masih dikisaran 20 persen, dan ditargetkan menjadi 30 persen lebih di tahun 2024.

“Nah kami sedang menyiapkan bersama Kementerian Menko ekonomi mengenai skema baru pembiayaan termasuk juga peningkatan porsi kredit perbankan untuk UMKM yang saat ini baru 20 persen dan kita harapkan di 2024 bisa di atas 30 persen,” kata Menteri Teten dalam Opening Ceremony inaFashion Smesco Online Expo 2021, di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Disisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM juga diminta oleh Presiden untuk mendongkrak ekspor produk UMKM karena saat ini baru mencapai 14 persen. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan bisa naik 1 persen menjadi 15 persen.

“Kita targetkan 15 persen lah, nggak usah jauh-jauh. Karena itu sekarang berbagai ekosistem untuk mendukung tumbuhnya UMKM naik kelas, termasuk juga go global ini kami sedang menyiapkan ekosistem pembiayaan yang memungkinkan UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produknya,” jelas Teten.

Karena selama ini banyak sekali pembiayaan hanya untuk skala mikro, hampir seluruh dunia model pembiayaan untuk usaha mikro ada di Indonesia. Namun, dalam evaluasinya ternyata tidak mudah UMKM lompat ke kredit komersial untuk pengembangan kapasitas usahanya.

Begitu juga KUR juga saat ini baru maksimum Rp 500 juta tapi Presiden meminta untuk ditingkatkan sampai Rp 20 miliar, sehingga ada kesempatan nanti bagi UMKM untuk mengembangkan kapasitas usahanya.

“Kalau Rp 500 juta ya nanti hanya bertahan survival di tingkat mikro terus padahal kita perlu menambah jumlah kewirausahaan kita. Saat ini kewirausahaan kita masih relatif paling rendah di negara-negara tetangga yaitu baru 3,47 persen,” ujarnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓