BI: Pertumbuhan Kredit Meningkat di Triwulan II 2021

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2021, 11:22 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 11:26 WIB
Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit baru di triwulan II-2020 akan mengalami peningkatan. Hal ini terindikasi dari SBT penyaluran kredit baru sebesar 93,3 persen meningkat dari 30,4 persen pada triwulan I 2021.

"Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru akan meningkat pada triwulan II 2021," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangan persnya, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Erwin mengatakan peningkatan tersebut akan didorong oleh kredit konsumsi, diikuti oleh kredit modal kerja, dan kredit investasi.

Standar penyaluran kredit pada triwulan II 2021 diprakirakan tidak seketat periode sebelumnya. Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 2,8 persen. Sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 4 persen pada triwulan sebelumnya.

Aspek kebijakan penyaluran yang diprakirakan tidak seketat triwulan sebelumnya antara lain premi kredit berisiko, agunan, dan persyaratan administrasi.

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2021. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2021 sebesar 6,0 persen (yoy).

"Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit," kata dia mengakhiri.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Single Digit

BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5,25 Persen
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo (dua kanan) memberi keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Kantor BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terus mengajak perbankan agar segera menurunkan suku bunga kredit. Merespon arahan tersebut, perbankan telah melakukan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) per Februari 2021 sebesar 171 bps year on year (YoY).

Penurunan SBDK terutama terjadi pada kelompok bank BUMN yang turun sebesar 266 BPS menjadi sebesar 8,7 persen, lebih besar dibandingkan dengan penurunan SBDK kelompok bank lainnya.

Perry lantas mengapresiasi perbankan yang mau menjawab kebijakan pemangkasan suku bunga moneter Bank Indonesia dengan ikut menurunkan suku bunga dasar kredit.

"Alhamdulillah, suku bunga dasar kredit sekarang sudah single digit, meskipun kita juga masih mengharapkan bisa turun lebih lanjut," ujar Perry dalam sesi teleconference, Selasa (20/4/2021).

Dia kemudian memaparkan, penurunan SBDK terjadi pada semua jenis kredit, dimana pemangkasan tertinggi terjadi pada jenis kredit mikro sebesar 346 bps. Namun, posisi suku bunga kredit segmen ini masih jadi yang tertinggi yakni 12,72 persen.

Sementara itu, penurunan SBDK yang terjadi pada jenis kredit konsumsi, KPR, konsumsi non-KPR, korporasi dan lainnya. Masing-masing sebesar 194 bps, 193 bps, 139 bps, dan 136 bps, menjadi masing-masing 8,19 persen, 9,25 persen, 8,26 persen, dan 8,84 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓