Anggaran Vaksinasi Cs Tembus Rp 130 T, Bisa Buat Bangun Apa Saja?

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 10:00 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, anggaran yang dialokasikan untuk mendanai vaksinasi, perawatan, serta testing dan tracing Covid-19 cukup fantastis. Di mana jumlahnya mencapai sebesar Rp130,03 triliun.

"Dana yang sangat besar. Dana ini setara dengan pembangunan 9.352 km jalan atau pembangunan 293.222 m jembatan, atau pembangunan 67.708 unit sekolah," kata Sri Mulyani dikutip dari laman Facebooknya, Rabu (21/4).

Anggaran yang besar itu merupakan bentuk keseriusan Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Sebab ini tidak hanya menyangkut hidup manusia, tapi juga keberlangsungan pembangunan negara Indonesia.

Akan tetapi, anggaran yang sangat besar ini tidak akan maksimal manfaatnya jika tidak didukung oleh keseriusan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga disiplin kesehatan.

"Baik yang telah divaksinasi maupun yang masih menunggu divaksin, ayo selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19," katanya.

"Kita tetap patuhi protokol kesehatan dan terapkan 3M!," seruan Sri Mulyani.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Tinjau Vaksinasi Perbankan, Sri Mulyani: Anggaran Vaksin dari APBN, Supaya Ingat Saja

Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa program vaksinasi bagi seluruh masyarakat dibiayai dengan menggunakan uang negara.

Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan vaksinasi pelaku perbankan dan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Saya diminta Bapak Presiden untuk menyapa Bapak Ibu sekalian. Mungkin karena anggaran vaksinnya dari APBN ya, supaya mengingatkan saja," kata dia di Jakarta, Rabu (31/3).

Tahun ini pemerintah menyediakan anggaran untuk program vaksinasi sebesar Rp58,18 triliun. Anggaran ini masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu klaster kesehatan dengan total alokasi mencapai Rp176,3 triliun.

Bendahara Negar itu menambwhkan, pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku di sektor keuangan ini sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Sebab, sektor keuangan dinilai memiliki peran penting untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Ini perhatian Bapak Presiden supaya kegiatan ekonomi segera pulih kembali. Jadi untuk sektor keuangan, apakah perbankan dan pasar modal menjadi prioritas kita semua," tukasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com 

3 dari 4 halaman

Sri Mulyani Ingin Sektor Keuangan Kembali Pede Usai Program Vaksinasi COVID-19

Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program vaksinasi COVID-19 pelaku perbankan dan pasar modal yang diselenggarakan Rabu, (31/3/2021) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Saya diminta Bapak Presiden untuk menyapa bapak ibu sekalian. Mungkin karena ini anggaran vaksin dari APBN, ya. Supaya mengingatkan saja,” ujar Sri Mulyani, Rabu (31/3/2021).

Adapun program vaksinasi kali ini diprioritaskan bagi tenaga-tenaga yang berada di garis depan untuk melayani sektor keuangan, termasuk perbankan dan pasar modal.

Sri Mulyani mengatakan, hal ini dilakukan agar sektor finansial dapat segera pulih dari hantaman pandemi COVID-19 sepanjang 2020.

"Saya berharap seluruh teman-teman yang ada di sektor keuangan, baik di perbankan, non -bank, dan di capital market semuanya bisa kembali memiliki confidence, karena itu sangat menentukan pemulihan ekonomi kita semuanya,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengingatkan meski sudah menjalani program vaksinasi COVID-19 tetap memakai masker dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dalam peninjauan ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Selain itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Haryanto T. Budiman, dan Ketua Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) Kartiko Wirjoatmodjo.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓