BI Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 20 Apr 2021, 15:05 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 15:13 WIB
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5 Persen
Perbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia pada rapat dewan gubernur (RDG) pada 19-20 April 2021 merevisi proyeksi [pertumbuhan ekonomi](https://www.liputan6.com/tag/pertumbuhan-ekonomi "") Indonesia menjadi kisaran 4,1-5,1 persen untuk 2021 ini. Ramalan tersebut turun dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,8-5,3 persen.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1-5,1 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sesi teleconference, Selasa (20/4/2021).

Perry menjelaskan, salah satu faktor yang membuat prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut turun lantaran perbaikan konsumsi swasta yang tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran per Maret 2021 cenderung lebih terbatas.

"Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional," sambungnya.

Namun demikian, Perry menangkap adanya sejumlah peluang perbaikan ekonomi domestik, terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal.

Belanja ekspor diperkirakan terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun terutama didorong oleh komoditas kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), biji logam, serta kendaraan bermotor dan besi dan baja.

"Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Amerika Serikat dan Tiongkok. Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi/Maluku/Papua," papar Gubernur Bank Indonesia.

 

2 dari 2 halaman

Program Bansos

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6 Persen
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan penjelasan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2019). RDG Bank Indonesia 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perry juga menilai, stimulus fiskal pemerintah dalam bentuk bantuan sosial (bansos), belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat, lebih tinggi dari perkiraan sehingga bersama dengan kinerja ekspor yang lebih baik menopang perbaikan ekonomi domestik.

"Ke depan perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal dan perbaikan investasi sebagaiamana tercermin pada indikator Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang terus meningkat," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓