Askrindo Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 200 Orang

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2021, 11:25 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 14:29 WIB
Askrindo dan BAZNAS Gelar Operasi Katarak Gratis Warga Tidak Mampu di Jabodetabek
Perbesar
Askrindo dan BAZNAS Gelar Operasi Katarak Gratis Warga Tidak Mampu di Jabodetabek.

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang merupakan anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Grup, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan operasi katarak secara cuma-cuma kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah mengentaskan masalah kebutaan yang disebabkan oleh katarak di Indonesia.

Direktur Kepatuhan dan SDM Askrindo Kun Wahyu Wardana memasarkan, operasi katarak gratis ini dilakukan melalui 4 tahapan yang telah dimulai sejak Maret hingga April 2021, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 200 orang dari kelompok mustahik, yang dilaksanakan di kantor lembaga program Rumah Sehat Baznas, untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Kami sangat berharap dengan adanya operasi katarak ini, jumlah orang yang mengalami kebutaan akibat katarak secara perlahan dapat dikurangi, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan produktif, yang pada akhirnya akan berdampak pada aktivitas perekonomian yang kembali bergerak,’’ ujar Kun, dikutip Selasa (20/04/2021).

Kun menambahkan bahwa kegiatan operasi katarak ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) pada program Askrindo Peduli Kesehatan.

Hasil survei kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2014-2016, oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, pada 15 provinsi di Indonesia mencakup 3 propinsi di Sumatera, DKI Jakarta, 3 propinsi di Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, 2 propinsi di Sulawesi, Maluku dan Papua Barat, memperlihatkan angka kebutaan mencapai 3 persen.

Penyebab utama kebutaan dan gangguan terbesar pada penduduk usia diatas 50 tahun di Indonesia adalah akibat katarak yang tidak dioperasi dengan proporsi sebesar 77,7 persen, yakni sekitar 71,7 persen penyebab kebutaan kepada laki-laki dan sekitar 81 persen pada wanita. Alasan utama penderita katarak di Indonesia tidak dioperasi antara lain karena tidak mengetahui jika menderita katarak, tidak tahu bila katarak dapat disembuhkan, alasan biaya hingga takut dioperasi.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Mokhamad Mahdum mengatakan, tahapan operasi katarak meliputi screening, operasi dan pasca operasi dimulai sejak Maret hingga April 2021, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 200 orang. Kegiatan ini telah melalui protokol kesehatan yang ketat bagi pasien.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas terealisasinya program ini, melalui dukungan PT Askrindo bersama BAZNAS, Askrindo telah berupaya membantu program pemerintah untuk mengurangi kebutaan akibat katarak,” jelas Mahdum.

2 dari 3 halaman

Erick Thohir Tetapkan Direktur Baru Askrindo

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo
Perbesar
PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (dok: Askrindo)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Senin (29/3) menetapkan pergantian Direktur Baru di PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG).

Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-104/MBU/03/2021 dan SK Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Nomor : 04/SK-DIR/RUPS-AP/BPUI/III/2021 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Asuransi Kredit Indonesia.

BACA JUGA

Kementerian BUMN Rampungkan Restrukturisasi Keuangan PTPN III Kementerian BUMN melakukan perubahan nomenklatur dari semula Direktur Operasional Komersil dan Direktur Operasional Ritel menjadi Direktur Operasional.

Dengan demikian, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Dwi Agus Sumarsono dan Anton Fadjar Siregar, serta mengangkat Erwan Djoko Hermawan sebagai Direktur Operasional PT Askrindo.

Pemegang saham menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Direktur yang telah selesai bertugas atas kerja keras, dedikasi serta kontribusi bagi kemajuan PT Askrindo selama memangku jabatan.

"Manajemen berharap Direktur yang baru dapat membawa PT Askrindo menjadi perusahaan penanggung risiko yang unggul dengan layanan global guna mendukung perekonomian nasional," kata Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi, Selasa (30/3/2021).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait