Rupiah Menguat Seiring Imbal Hasil Obligasi AS Naik

Oleh Andina Librianty pada 20 Apr 2021, 10:18 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 10:21 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Kurs rupiah menguat seiring imbal hasil obligasi Amerika Serikat naik.

Mengutip Bloomberg, Selasa (20/4/2021), rupiah dibuka di angka 14.515 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.547 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.504 per dolar AS hingga 14.520 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 3,23 persen.

"US treasury 10-year yield naik ke level 1,61 persen di tengah pantauan investor terhadap kinerja pendapatan perusahaan dan kemajuan pembukaan kembali perekonomian," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/4/2021).

Indeks dolar terkoreksi ke level 91,08 pada akhir perdagangan Senin (19/4/2021), level terendah dalam enam minggu terakhir terhadap mata uang utama lainnya.

Hal tersebut disebabkan pasar mempertimbangkan kejatuhan imbal hasil obligasi pemerintah AS pekan lalu setelah bank sentral AS The Federal Reserve menegaskan kembali bahwa setiap lonjakan inflasi kemungkinan bersifat sementara. Ini menjadi sendtimen rupiah.

 

2 dari 3 halaman

Nilai Imbal Hasil Obligasi AS

FOTO: Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik sedikit menjadi 1,599 persen setelah jatuh ke 1,528 persen pada Kamis (15/4/2021) lalu dari level tertinggi dalam satu tahun di 1,776 persen pada Maret.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.525 per dolar AS hingga Rp14.580 per dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Pada Senin (19/4/2021) lalu, rupiah ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.548 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.565 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓