Erick Thohir Larang Pertamina Punya Saham di Pertashop, Kenapa?

Oleh Liputan6.com pada 17 Apr 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 16:45 WIB
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. (Foto: Pertamina)
Perbesar
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. (Foto: Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir melarang PT Pertamina (Persero) untuk memiliki saham pada Petrashop atau pom bensin mini yang dibangun di banyak daerah. Seperti diketahui, belum lama ini Menteri Erick ikut langsung dalam meresmikan pembukaan pertashop di daerah.

"Itu saya putuskan bahwa Pertamina tidak boleh punya saham 1 persen pun," kata Menteri Erick dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual, Sabtu (17/4).

Menteri Erick menyebut, Pertashop menjadi upaya pemerintah memberikan peluang usaha kepada para pengusaha daerah, bahkan pesantren. Dalam waktu dekat, Pertamina akan membuat gerakan 1.000 pesantren mendapat Pertashop.

"Pertashop harus diberi kepada pengusaha daerah ataupun pesantren. Saya menyaksikan sendiri di Cibodas kemarin, usianya masih 34 tahun, dia juga tadi membuka pertashop menjadi new income, hal ini yang saya harapkan, BUMN membangun ekosistem," ungkapnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mencanangkan program one village one outlet di mana tiap tahunnya mulai 2021 bisa terwujud 10.000 Pertashop. Pertamina berkomitmen memudahkan akses masyarakat dalam mendapatkan dan menggunakan produk Pertamina.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan saat ini SPBU yang dimiliki Pertamina mencapai 7.000 unit. Jumlah ini dinilai belum cukup untuk menggapai 70.000 desa yang ada di Indonesia.

"Kita dengar juga bagaimana masyarakat desa untuk mendapatkan BBM, elpiji harus menempuh jarak 15 Km. Kita melihat inilah tantangan kita sebagai negara yang dengan 17.000 pulau," ungkapnya, Senin (21/12).

Menurutnya, tujuan pembangunan Pertashop mirip dengan program BBM satu harga. Beda terdapat pada jenis BBM yang dijual.

"Kalau BBM satu harga di daerah 3T adalah BBM subsidi. Kalau ini (Pertashop) non-subsidi. Jadi baik BBM maupun elpiji ini sama-sama non subsidi. Sekaligus kita memberikan edukasi agar masyarakat sampai ke desa juga menggunakan BBM yang ramah lingkungan," jelasnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Erick Thohir Ingin Pertashop Jadi Basis Penguatan Ekonomi Umat

Pertamina Siapkan 4.308 Pertashop hngga Akhir Tahun Guna Permudah Akses Masyarakat
Perbesar
(Foto:Dok.PT Pertamina)

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang juga Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan Pertashop untuk Pondok Pesantren di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Turut mendampingi Erick Thohir yaitu Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Dalam sambutannya, Erick Thohir menyampaikan bahwa Pertashop merupakan sarana kemitraan dari Pertamina yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pertashop ini bagian dari BUMN dalam penguatan ekonomi masyarakat, seperti salah satunya di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Karangpetir ini," kata Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Apa yang dilakukan antara Pertashop dengan Pondok Pesantreb Nurul Qur’an Karang Petir ini sudah sesuai dengan 4 Pilar dalam Masyarakat Ekonomi Syariah yang berfokus pada pengembangan pasar industri halal di dalam dan luar negeri, pengembangan industri keuangan syariah nasional, investasi bersahabat yang melibatkan pengusaha di daerah dan pengembangan ekonomi syariah dari pedesaan (dan pesantren) secara berkelanjutan.

Program kemitraan Pertashop dari Pertamina dengan Pondok Pesantren ini merupakan inovasi baru. Tidak hanya menumbuhkan kemandirian ekonomi pondok pesantren, hadirnya Pertashop sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah Kabupaten Cilacap sesuai kebijakan pembangunan daerah yaitu 'Bangga Mbangun Desa'.

“Ini adalah proyek percontohan, untuk menuju 1000 pesantren dengan 1000 bisnis. Sehingga pesantren dapat mandiri secara finansial dan menguatkan ekonomi umat dan masyarakat sekitar,” tambah Erick Thohir.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓