Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi dalam 7 Pekan

Oleh Andina Librianty pada 17 Apr 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 07:12 WIB
20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Perbesar
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Harga emas juga kini berada di jalur mingguan terbaik sejak pertengahan Desember 2020, didukung oleh nilai tukar dolar yang lebih lemah dan penurunan tajam dalam imbal hasil Treasury AS di sesi sebelumnya.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (17/4/2021), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD 1.778,04 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 25 Februari di USD 1.783,55. Sepanjang pekan ini, harga emas telah naik 2 persen.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,8 persen USD 1.780,20.

“Argumen makro untuk emas juga meningkat. Kami (harga emas) siap untuk bergerak menuju USD 1.800," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

"Kami telah membuat banyak investor meninggalkan beberapa posisi karena beberapa penjualan teknis yang ekstrim yang kami lihat dengan hasil Treasury dan itu benar-benar memberikan latar belakang yang kuat di sini untuk harga emas untuk terus terapresiasi," lanjut dia.

Kenaikan harga emas terjadi meskipun ada data penjualan ritel AS yang kuat dan penurunan signifikan dalam klaim pengangguran mingguan. Penurunan imbal hasil obligasi 10-tahun di bawah level kunci 1,60 persen

"Telah memungkinkan harga emas di pasat spot menembus di atas simple moving average (SMA) 50-hari untuk pertama kalinya sejak awal Februari," kata Analis Pasar FXTM Han Tan.

Di sisi fisik, konsumen emas terbesar dunia yaitu China telah memberikan izin kepada bank domestik dan internasional untuk mengimpor emas dalam jumlah besar ke negara itu. Ini dalam potensi kenaikan harga emas.

Sementar itu, harga perak naik 0,6 persen menjadi USD 26,01 per ounce dan naik 3 persen sepanjang minggu ini, menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.

Selain harga emas, harga palladium naik 1,2 persen menjadi USD 2.773.92 dan naik lebih dari 5 persen untuk minggu ini. Sedangkan harga platinum 0,8 persen lebih tinggi pada USD 1,202.32.

2 dari 4 halaman

Harga Emas Capai Posisi Tertinggi dalam Sebulan

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Perbesar
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Harga emas dunia mencapai posisi puncak lebih dari satu bulan. Kenaikan dipicu merosotnya imbal hasil treasury AS meskipun data ekonomi AS menunjukkan kondisi lebih baik dari perkiraan.

Hal ini mendorong investor memilih bullion sebagai perlindungan terhadap kemungkinan inflasi di masa depan. Hal ini mendorong harga emas naik.

Melansir laman CNBC, Jumat (16/4/2021), harga emas di pasar spot naik 1,8 persen menjadi USD 1.766,50 per ounce, setelah sebelumnya naik menjadi USD 1.769,37, posisi tertinggi sejak 26 Februari. Adapun harga emas berjangka AS 1,8 persen lebih tinggi menjadi USD 1.766,80.

“Inflasi membayangi di depan mata dan emas hanyalah aset terbaik untuk dimiliki saat kita mulai melihat kemungkinan terjadinya tingkat inflasi,” kata Jeffrey Sica, Pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Dolar melemah juga membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Mata uang ini merosot ke level terendah dalam empat minggu.

Di sisi lain, penurunan benchmark imbal hasil obligasi 10 tahunan AS meningkatkan daya tarik non-imbal hasil logam mulia.

Harga emas sempat terpangkas setelah data AS menunjukkan adanya rebound yang lebih baik dari perkiraan dalam penjualan ritel di Maret.

Sementara klaim awal mingguan untuk tunjangan pengangguran negara turun ke level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

3 dari 4 halaman

Harga Logam Lainnya

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Perbesar
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan jika ekonomi AS membaik dengan cepat memasuki musim semi.

Powell dan pejabat Fed lainnya, mengatakan prakiraan ekonomi yang lebih baik dan periode singkat dari inflasi yang lebih tinggi tidak akan mempengaruhi kebijakan moneter dan bank sentral akan mempertahankan dukungannya sampai krisis selesai.

"Pasar bertaruh bahwa akan ada persyaratan besar untuk mendanai beberapa inflasi yang lebih tinggi dan Federal Reserve yang tidak terlalu khawatir tentang inflasi menjadi masalah serius untuk saat ini," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Adapun harga perak naik 1,8 persen menjadi USD 25,86 per ounce. Harga palladium naik 2,1 persen menjadi USD 2.733,75, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 28 Februari 2020 di USD 2.760,53. Kemudian harga platinum naik 2,3 persen menjadi USD 1.197,91.3 dari 3 halaman

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓