Ekspor Indonesia Terbesar ke China

Oleh Tira Santia pada 16 Apr 2021, 20:26 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 20:26 WIB
FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, sepanjang 2020 hingga Maret 2021 Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China masih menjadi destinasi negara ekspor utama Indonesia. Selain China, ada 9 destinasi negara ekspor lainnya.

“Kalau kita lihat di sini ini adalah Republik Rakyat Tiongkok masih menjadi destinasi utama kita yaitu ekspor kita kepada RRT masih tinggi tetap nomor 1 dengan jumlah USD 1,75 miliar (minus pada Januari 2020),” kata Mendag dalam konferensi pers tentang Kinerja Perdagangan Bulan Maret 2021, Jumat (16/4/2021).

Mendag menjelaskan jika dilihat dari trade balance, meskipun nilai ekspor terhadap China masih minus namun sudah mengalami perbaikan yang luar biasa.

“Jadi kalau yang sebelumnya pada Maret 2021 itu sudah turun dari minus USD 0,83 miliar pada bulan Februari, menjadi minus USD 0,16 miliar pada Maret 2021,” ujarnya,

Walaupun nilai ekspor terhadap China masih minus, Mendag menyebut jika dibandingkan dengan rentetan bulan sebelumnya seperti Januari 2021 defisitnya minus USD 1,01 miliar, kemudian Februari menjadi minus USD 0,83 miliar dan Maret 2021 berkurang menjadi minus USD 0,16 miliar.

“Penurunan defisit terhadap China itu sudah luar biasa, karena satu produk yaitu penjualan dari produk besi dan baja yang tumbuh lebih dari 60 persen tadi, menyebabkan penurunan defisit yang sangat tinggi,” katanya.

 

2 dari 3 halaman

AS

FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan ekspor barang dan jasa kuartal II/2020 kontraksi 11,66 persen secara yoy dibandingkan kuartal II/2019 sebesar -1,73. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kemudian ada Amerika Serikat sebagai destinasi kedua negara ekspor Indonesia. Berbeda dengan nilai ekspor China yang defisit, nilai ekspor terhadap Amerika Serikat justru surplus sebesar USD 1,19 miliar pada Maret 2021. Sehingga surplus ekspor non migas terhadap Amerika Serikat periode Januari-Maret 2021 mencapai sekitar USD 3,3 miliar.

Lanjutnya, negara destinasi ketiga ekspor Indonesia yakni ke Jepang, dan seterusnya ke India, Malaysia, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand.

Adapun Mendag menyebutkan, surplus tertinggi ekspor non migas diperoleh dari Amerika Serikat sebesar USD 1,19 miliar, Filipina sebesar USD 0,59 miliar, dan India USD 0,40 miliar. Sementara defisit ekspor tertinggi diperoleh dari negara Singapura minus USD 0,52 miliar, dan Korea Selatan minus USD 0,45 miliar.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓