Dukung Pemulihan Pasca New Normal, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Meningkat

Oleh Andina Librianty pada 16 Apr 2021, 12:15 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 12:25 WIB
IHSG Berakhir Bertahan di Zona Hijau
Perbesar
Petugas menata tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Kamis (6/7). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini masih tumbang di kisaran level Rp13.380/USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil survei Bank Indonesia (BI) mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 terindikasi meningkat. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 sebesar 16,6 persen, meningkat dibandingkan SBT pada Februari 2021 yakni 8,2 persen.

"Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama disampaikan oleh responden pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Konstruksi, serta Reparasi Mobil dan Motor," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya pada Jumat (16/4/2021).

Berdasarkan survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan Maret 2021 BI, kebutuhan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, dan mendukung pemulihan pasca-new normal.

Pemenuhan kebutuhan pembiayaan didominasi oleh dana sendiri yang meningkat dengan porsi 51,6 persen, sementara porsi pinjaman perbankan dalam negeri dan pinjaman dari perusahaan induk terindikasi menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kebutuhan pembiayaan korporasi pada tiga bulan yang akan datang (Juni 2021) diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Terindikasi dari SBT sebesar 28,5 persen, sedikit meningkat dari SBT 26,5 persen pada bulan sebelumnya.

 

2 dari 2 halaman

Pembiayaan Rumah Tangga

FOTO: Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, penambahan pembiayaan melalui perbankan yang dilakukan oleh rumah tangga pada Maret 2021 masih terbatas. Pengajuan pembiayaan oleh rumah tangga tersebut terutama diperoleh dari Bank Umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG).

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Maret 2021 terindikasi lebih tinggi dibandingkan Februari 2021. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya penyaluran kredit baru pada Maret 2021 diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit.

Dari perkembangan tersebut, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh positif untuk keseluruhan triwulan I 2021, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 52,9 persen.

Lanjutkan Membaca ↓