Dorong Penggunaan QRIS, BI Sasar Milenial

Oleh Liputan6.com pada 14 Apr 2021, 18:45 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 18:45 WIB
BI Luncurkan QR Code Indonesia
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo berbincang dengan Presdir BCA Jahja Setiaatmadja dan CEO Link Aja Danu Wicaksana pada peluncuran standar QR Code di kantor BI, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). QR Code untuk pembayaran aplikasi uang elektronik QRIS efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. (Liputan6.com/HO/Rizal)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus mendorong masyarakat untuk menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai layanan pembayaran nontunai di Indonesia. Akselerasi penggunaan transaksi digital ini pun mulai banyak ditemui di pedagang skala UMKM dan kaki lima.

Sayangnya, pengamatan merdeka.com di beberapa pasar tradisional di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat terlihat penggunaan QRIS masih jarang digunakan masyarakat. Begitu juga dengan pedagang kaki lima di pinggir jalan.

Penggunaan QRIS di pasar basah terlihat hanya sebagai pajangan. Transaksi jual beli masih sering menggunakan uang tunai.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, penggunaan digitalisasi harus dilakukan dengan pembiasaan. Masyarakat baru akan beralih ke sistem pembayaran digital bila telah mencobanya terlebih dahulu.

"Orang kalau bicara digital, bicara mindset. Orang baru percaya kalau sudah dirasakan," kata Filianingsih di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Dalam masa transformasi ini, strategi yang digunakan dengan menyiapkan berbagai infrastruktur QRIS lebih dulu. Mengajak para pelaku UMKM dan pedagang agar bisa melayani pembayaran digital.

"Pertama meningkatkan merchant dulu, karena kalau Mereka tahu kenikmatannya maka akan banyak orang yang menggunakannya," kata Filianingsih.

 

2 dari 3 halaman

Sasar Milenial

BI Luncurkan QR Code Indonesia
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo dan Presdir BCA Jahja Setiaatmadja mencoba transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di kantor BI, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). QRIS merupakan bagian transformasi digital di Sistem Pembayaran Indonesia yang berlaku 1 Januari 2020. (Liputan6.com/HO/Rizal)

Saat ini sasaran utama Bank Indonesia kaum milenial. Memberikan berbagai kemudahan dengan harapan akan menular dan menjadi kebiasaan. Sisi lain Milenial memiliki segmen paling besar untuk melakukan transaksi.

"Orang sering belanja terutama mileniali adalah masa depan dan ini segmen paling besar untuk transaski ekonomi," kata dia.

Kata Filianingsih, kalau orang sudah terbiasa tidak memakai uang tunai, maka dengan sendirinya akan muncul tren baru. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut, yang dilakukan bank sentral pun lebih dulu menciptakan suplay sistem pembayaran digital.

"Stratetgi kita tingkatkan suplai merchant dari penjual sampai komunitas keagamaan," kata dia.

Akselerasi penggunaan sistem pembayaran digital ini pun dilakuan secara bertahap. Tahun ini ditargetkan 12 juta pengguna merchant yang menggunakan QRIS. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank Indonesia membagi beberapa kelompok masyarakat.

"Kami dalam 1 tahun ini targetnya 12 juta merchant, ini kita bagi per kuartal. Kuartal 1 ini kita dorong Pemda, kuartal 2 ke berbagai komunitas dan begitu seterusnya," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓