Luhut Beberkan Alasan Dirinya Urus Sana Sini hingga Dijuluki Menteri Segala Urusan

Oleh Liputan6.com pada 13 Apr 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 13 Apr 2021, 15:33 WIB
Ketika Tiga Menteri Berswafoto Usai Penandatanganan Kerja Sama Antarbank
Perbesar
Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan memberi sambutan saat menghadiri penandatanganan kerja sama antar bank sindikasi di Jakarta, Jumat (29/12). Kerja sama antar bank tersebut sebesar 19,25 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyadari, dirinya memang kerap mengurusi berbagai hal di luar dari pekerjaanya.

Namun hal itu dilakukan bukan semata-mata, agar supaya seluruh pekerjaan di pemerintahan terintegrasi lebih efektif dan efisien.

"Jadi kalau teman-teman lihat saya banyak urusin sana sini, karena saya mau yang terlibat, yang ada kaitannya, supaya bisa kerja secara terintegrasi," kata Menko Luhut dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, secara virtual, Selasa (13/4/2021).

Seperti diketahui, gaya kerja Menko Luhut yang suka mengurusi berbagai hal kerap mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Bahkan hal itu membuat dirinya harus dijuluki sebagai Menteri Segala Urusan.

Meski begitu, Luhut tak mempermasalahan julukan tersebut, karena memang fakta terjadi di lapangan demikian adanya.

Dia menambahkan, jika pekerjaan khususnya di tingkat birokrasi bisa diintegrasikan maka masalah-masalah yang dihadapi bangsa akan semakin mudah diselesaikan.

Dia mencontohkan, salah satunya adalah terciptanya proses bisnis dan perizinan yang efisien. "At the end semua di negara kita ini berbicara masalah cost, bagaimana kita buat penghematan, efisiensi, kolaborasi dengan bagus sehingga peluang orang untuk korupsi makin kecil," tutur Luhut.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Menko Luhut: OTT Tak Seperti yang Diharapkan, Buat Orang Kapok Korupsi

Singgung Transisi Energi Terbarukan, Menko Luhut Optimis Indonesia dengan Potensi Indonesia
Perbesar
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan hadir secara virtual untuk menjadi keynote speaker dalam Platform Virtual The 9th Indonesia EBTKE CONEX 2020.

Menteri Koordiator Bidang Kemaritman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta, kepada Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya melakukan operasi penangkanpan tangan (OTT) dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Sebeb, OTT dilakukan KPK tidak membuat orang jera untuk melakukan korupsi.

"Maaf kalau saya kalau bicara agak terbuka OTT sendiri pun menurut saya buahnya juga tidak seperti yang kita harapkan orang menjadi kapok, enggak juga," kata dia dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, secara virtual, Selasa (13/4).

BACA JUGA

Pertamedika Gandeng Google Cloud Luncurkan Sistem Layanan Kesehatan Terintegrasi Meski begitu, Mantan Kepala Staf Presiden itu mengakui, selama berada di pemerintahan baru kali ini upaya pencegahan korupsi dilakukan oleh KPK terus menunjukan semakin lebih baik. "Pengalaman saya hampir 7 tahun di kabenit saya lihat pencegahan ini baru akhir-akhir ini makin baik," imbuh dia.

Menko Luhut menambahkan, yang perlu dilakukan KPK ke depan saat ini adalah tetap harus melakukan berbagai upaya pencegahan tidak korupsi. Sebab yang paling penting adalah tidak membuat orang terjerumus, jika masih bisa diingatkan.

"Koordinasi saya dengan KPK saya kira akhir-akhir ini sangat baik dengan Pak Firli kami banyak diskusi dengan Pak Pahala Pak Alexander kita juga banyak diskusi bagaimana jangan banyak terjadi koruspis di Indosnesia yang paling itu sebenarnya terjadi karena kesalahan kita semua juga," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓