Angkasa Pura Kargo Gunakan Platform Digital untuk Pengiriman Barang

Oleh Liputan6.com pada 12 Apr 2021, 15:20 WIB
Diperbarui 12 Apr 2021, 15:20 WIB
20151113-AP II Wacanakan Pembentukan Cargo Village di Bandara Soetta-Tangerang
Perbesar
Pekerja tengah menurunkan paket pengiriman barang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/11). PT Angkasa Pura II (Persero) akan membangun cargo village atau kawasan khusus kargo di dalam kompleks Bandara Soekarno-Hatta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura Kargo (APK) menggandeng Ritase sebagai agregator untuk mengkonsolidasi semua pengiriman APK dari terminal kargo ke end user dengan menggunakan digital platform atau yang lebih dikenal dengan software as a service (SaaS).

APK selama ini fokus dengan layanan di bidang jasa operator terminal kargo, pelayanan kargo dan pos udara, yang beroperasi di sejumlah bandara Indonesia yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). Dengan menggunakan platform Ritase, nantinya akan membantu pengiriman barang di luar terminal dengan berbasis digital.

“Dengan adanya kerjasama dengan Ritase ini bisa mempermudah operasional dan memperluas cakupan pasar kami. Nantinya ada beberapa layanan kami yang bisa dikombinasikan, sehingga bisa lebih cepat dan dengan harga yang kompetitif serta transparan,” jelas Direktur PT Angkasa Pura Kargo, Gautsil Madani, dikutip Senin (12/4/2021).

Adapun jenis dan spesifikasi armada truk yang digunakan mulai dari blind van 1.5 CBM sampai dengan trailer 40 feet container. Sejalan dengan hal di atas, Founder & CEO Ritase Iman Kusnadi menyatakan, layanan berbasis cloud SaaS ini menjadi pilihan bagi perusahaan dalam mengubah dan menyempurnakan proses bisnis.

Konsep smart logistics sebagai upaya modernisasi cara kerja di bidang logistik berbasis teknologi, berikut pembiayaan logistik berbasis digital atau SCF (supply chain financing). Dengan kerjasama ini diharapkan Ritase dapat membantu pengiriman barang di luar terminal berbasis digital.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini, Ritase dapat memberikan kontribusi lebih terhadap pengembangan logistik di Indonesia bersama PT Angkasa Pura Kargo,” kata Iman Kusnadi.

Angkasa Pura II Catat Angkutan Kargo Capai 693 Juta Kg Selama Pandemi

angkasa-pura-kargo-130401b.jpg
Perbesar
Angkasa Pura Kargo

Selama Pandemi Covid-19 di tahun 2020, hampir 700 juta kilogram kargo yang dikelola di bandara PT Angkasa Pura II. Jumlah tersebut menunjukan bila angkutan kargo paling stabil selama pandemi, bila dibandingkan dengan pergerakan penumpang dan pesawat.

"Khusus untuk kargo, sepanjang tahun lalu mampu membukukan volume hingga 693,61 juta kilogram," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Kamis (7/1/2021).

Angka ini menunjukan, angkutan kargo diangkap bisnis yang relatif stabil, jika dibandingkan dengan angkutan pesawat.

"Bisnis angkutan kargo relatif stabil jika dibandingkan dengan pasar angkutan penumpang pesawat," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, selama pandemi di tahun 2020, PT Angkasa Pura II mencatat, bila ada 412.186 pergerakan pesawat dengan 35.54 juta pergerakan penumpang. Jumlah tersebut ternyata mencapai target yang sudah ditetapkan di awal tahun.

"Sepanjang 2020 di tengah pandemi COVID-19, seluruh bandara perseroan melayani 412.186 pergerakan pesawat. Jumlah tersebut termasuk pergerakan take off dan landing di 19 bandara yang dikelola AP II. Kemudian, jumlah pergerakan penumpang mencapai 35,54 juta orang," ungkap Awaluddin. (Pramita Tristiawati) 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓