Subsidi Ongkir Saat Harbolnas Ramadan Cuma Buat Produk Dalam Negeri

Oleh Liputan6.com pada 12 Apr 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 12 Apr 2021, 13:38 WIB
Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan Program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadan (Harbolnas Ramadan). Dalam program ini,  pemerintah menyiapkan subsidi hingga Rp 500 miliar. Subsidi diberikan pada biaya ongkos kirim.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, subsidi ongkos kirim saat Harbolnas hanya berlaku jika masyarakat membeli produk-produk dalam negeri. Artinya jika, pembelian produk dari luar negeri maka ongkos kirim tetap akan ditanggung pribadi bukan pemerintah.

“Diutamakan untuk produk dalam negeri, ongkir ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan ongkir ini disiapkan Pemerintah dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar,” kata Airlangga, dikutip dari laman resminya, Senin (12/4/2021).

Harbolnas Ramadan yang rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari yaitu H-10 sampai dengan H-6 Idul Fitri. Untuk menggelar ini pemerintah bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan demikian Pemerintah berharap bahwa dalam situasi Bulan Ramadan terjadi peningkatan konsumsi. Oleh karena itu Pemerintah mendorong bahwa tidak mudik tetapi bisa mengirim barang ke daerah. Pemerintah yang tanggung ongkosnya,” ujar Airlangga.

 

2 dari 3 halaman

Dorong pertumbuhan Ekonomi

Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menambahkan, melalui kebijakan ini diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yang masih negatif, untuk bisa kembali ke level pra-Covid atau sekitar 5 persen (YoY) di 2021 dibutuhkan pertumbuhan minimal 6,7 persen pada kuartal II-2021.

Apabila pertumbuhan di kuartal II-2021 tidak mencapai 6,7 persen, maka target pertumbuhan ekonomi 5 persen di tahun 2021 tidak tercapai.

“Momentum yang digunakan untuk pertumbuhan tersebut adalah Ramadan dan Idulfitri," ujarnya.

"Kita harapkan tahun ini dengan kondisi perekonomian yang semakin baik, teman-teman pengusaha dapat ikut mendukung ekonomi agar THR buruh dapat dibayarkan penuh sebelum Lebaran sehingga dapat mendorong konsumsi kita di Q2 ini.” tutup Susiwijono.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓