Terdampak Bencana, Listrik 281.811 Pelanggan PLN di NTT Kembali Menyala

Oleh Athika Rahma pada 12 Apr 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 12 Apr 2021, 11:00 WIB
Kondisi Lembata NTT usai Terjangan Banjir Bandang
Perbesar
Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir setelah banjir bandang di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021). NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, sekitar pukul 01.00 WITA. (AP Photo/Ricko Wawo)

Liputan6.com, Jakarta - PLN turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak badai siklon tropis seroja. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM).

Tercatat, PLN menyalurkan bantuan lebih dari Rp 620 juta dalam bentuk sembako, dapur umum, obat-obatan, selimut dan lain-lain.

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan di SDI Oesapa Kecil 1 Kota Kupang yang menjadi salah satu tempat posko pengungsian masyarakat.

Vice President CSR dan PKBL PLN, Zubaidah menjelaskan, pihaknya melalui PLN Peduli juga telah membuka Posko Siaga Bencana di 3 (tiga) lokasi yaitu Lembata, Adonara dan Kota Kupang.

"PLN juga telah membuka Dapur Umum di Adonara dan Rote Ndao untuk mendukung petugas dalam melakukan pemulihan jaringan dan untuk masyarakat, PLN telah menyalurkan Bantuan Sembako kepada korban Bencana di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata dan Adonara," tutur Zubaidah dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Salah seorang penerima bantuan Anderias Frans Muda Rihi, menyampaikan rasa terima kasihatas bantuan yang diperolehnya.

"Terima kasih PLN yang telah berpartisipasi meringankan beban kami masyarakat kelurahan kelapa lima yang ada di dalam camp pengungsian ini, luar biasa pelayanan kelistrikan yang setelah beberapa waktu mengalami kerusakan, PLN dengan begitu cepat dan sigap menangani sehingga listrik di rumah kami sudah bisa menyala dan menikmati listrik Kembali," tutur Anderias.

Sementara itu terkait upaya pemulihan, hingga Minggu (11/4/2021) pukul 18.00 WITA, PLN telah berhasil memulihkan 1.740 gardu distribusi sehingga sebanyak 281.811 pelanggan telah menikmati listrik kembali.

Dengan mengutamakan keselamatan masyarkat, PLN terus berupaya memulihkan seluruh kelistrikan di NTT yang terdampak oleh bencana badai siklon tropis seroja.

2 dari 4 halaman

Kementerian PUPR Butuh 4 Bulan Bangun 1.000 Rumah Bagi Korban Banjir NTT dan NTB

FOTO: Kondisi NTT Usai Diterjang Banjir Bandang
Perbesar
Warga memeriksa kerusakan usai banjir bandang di Desa Ile Ape, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Tim penyelamat terus menggali puing tanah longsor untuk mencari korban yang terkubur usai bencana banjir bandang. (AP Photo/Ricko Wawo)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merelokasi rumah korban bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Relokasi ini sebagai tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi Adonara dan Lembata, jumat lalu.

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB Widiarto mengatakan, Kementerian PUPR telah menurunkan tim ke Adonara dan Lembata untuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

"Relokasi perlu dilakukan karena lokasi permukiman warga terdampak bencana saat ini berada di jalur debris aliran sungai yang sudah dipenuhi bebatuan, sehingga risikonya sangat tinggi jika kembali tinggal di sana," ujar Widiarto, Minggu (11/4/2021).

Widiarto menambahkan, berdasarkan informasi sementara, untuk di Adonara sudah ada dua alternatif lokasi yang disiapkan, sedangkan di Lembata juga sudah siap tanah Pemda, namun lokasinya masih akan dikomunikasikan dengan masyarakat setempat.

"Kami akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, karena memindahkan tempat tinggal juga harus menangani masalah sosial bukan hanya masalah teknis saja, di mana salah satu syaratnya lokasinya harus aman dari risiko bencana," ucapnya.

Menurut Widiarto direncanakan akan dibangun sebanyak 1.000 unit RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) di NTT dan NTB. Rinciannnya RISHA di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit.

"Tetapi perkembangan pasti angkanya akan terus berkembang setelah survei detail dengan Pemda dan masyarakat setempat," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Perkiraan Waktu

FOTO: Kondisi NTT Usai Diterjang Banjir Bandang
Perbesar
Kerusakan jembatan yang tersapu banjir bandang di Waiwerang, Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Tim penyelamat terus menggali puing tanah longsor untuk mencari korban yang terkubur usai bencana banjir bandang. (AP Photo/Rofinus Monteiro)

Widiarto memperkirakan, jika lahan sudah siap tersedia, maka pembangunan fisiknya kira-kira akan dapat selesai dalam waktu 4 bulan karena pembangunannya tidak begitu sulit dengan metode knock down RISHA yang sudah ada.

Selain menyiapkan langkah percepatan relokasi permukiman warga terdampak, Kementerian PUPR terus membantu penanganan darurat bencana banjir bandang di Adonara dan Lembata Provinsi NTT. Saat ini di 2 wilayah terdampak tersebut telah dioperasikan sebanyak 23 unit Excavator, 24 unit Dump Truck, 3 unit loader, 1 unit grader, dan BBM 5.000 liter.

Kemudian juga disalurkan sarana dan prasarana dasar untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan pengungsi berupa Mobil Tangki Air 6 unit, Hidran Umum 10 unit sejumlah tambahan bantuan dalam perjalanan dari Kota Kupang sebanyak 5 unit Mobil Tangki Air, 10 unit Hidran Umum, Mobil Toilet 1 unit dan WC Knock Down 4 unit, 1 unit Loader, 1 unit Motor Grader, 1 unit Water Tank, dan 2 unit Vibratory Roller. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓