Mau Cuan di Tengah Pandemi? Investasi dengan Cerdas Jawabannya

Oleh Athika Rahma pada 09 Apr 2021, 20:05 WIB
Diperbarui 09 Apr 2021, 20:23 WIB
Belajar Menginvestasikan Aset yang Produktif
Perbesar
Ilustrasi Investasi Credit: unsplash.com/Michael

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi tidak menjadi halangan bagi masyarakat terutama generasi milenial untuk mendapatkan cuan. Selaras dengan akselerasi digitalisasi, generasi milenial didorong untuk memanfaatkan teknologi menjadi entepreneur dan technopreneur.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary mengatakan, investasi jadi salah satu langkah mendulang profit di tengah pandemi yang bisa dilakukan dimana saja kapan saja dengan teknologi yang ada.

"Ada 2 jenis kegiatan menyimpan uang yang terlihat sama, tapi sebenarnya berbeda, yaitu menabung dan investasi. Menabung adalah kegiatan menyimpan uang yang umumnya dilakukan dalam jangka pendek. Investasi adalah kegiatan menyimpan uang untuk kebutuhan jangka panjang dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan lebih," terang Septriana dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Kendati, investasi yang dilakukan juga harus pada entitas yang jelas legalitas dan pengawasannya.

"Apabila menemukan penawaran investasi yang tidak jelas, Anda perlu memastikan bahwa entitas tersebut beserta investasi yang ditawarkan memiliki izin yang sah dari otoritas yang berwenang atau tidak melalui https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Negative," tutur Septriana.

Memang, di tengah pandemi Covid, jumlah investor pasar modal tercatat meningkat cukup signifikan. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Informasi dan Komunikasi Perekonomian I Kemenkominfo Eko Slamet Riyanto.

"Jumlah investor pasar modal Indonesia sesuai dengan data yang tercatat di KSEI per tanggal 29 Desember 2020 naik lebih dari 50 persen menjadi 3.871.248 dari sebelumnya 2.484.354 pada akhir tahun 2019", jelasnya.

Eko menerangkan, dalam 3 tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda terutama generasi milenial dan Gen-Z. pertumbuhan terbesar ada dari investor di bawah usia 25 tahun, kemudian pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah investor di antara 26 sampai 30 tahun.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tips Investasi Aman

Reksadana
Perbesar
Ilustrasi Investasi Uang Credit: pexels.com/pixabay

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas V.M. Tarihoran, menyampaikan 2 tips berinvestasi secara aman.

Pertama tetapkan tujuan keuangan. Jangan berinvestasi tanpa tahu tujuan investasi. Kedua kenali diri sendiri. Ketahui profil risiko pribadi, apakah termasuk ke dalam tipe investor yang konservatif, moderat, atau agresif.

Horas juga menghimbau bahwa tidak ada satu investasi pun yang tidak berisiko.

"Berhati-hatilah sebelum berinvestasi. Cek dahulu ke OJK melalui call center 157 atau whatsapp melalui 081157157157," terangnya.

Lalu sebelum berinvestasi, disarankan untuk mengumpulkan dana darurat terlebih dahulu. Dana darurat dihitung berdasarkan pengeluaran per bulan.

"Berikut perhitungan dana daruratnya: Single (6 bulan pengeluaran), menikah (9 bulan pengeluaran), memiliki anak (12 bulan pengeluaran)," kata CFP Head of Advisory Finansialku Robby Cristy.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya