Atasi Krisis Ekonomi 190 Negara, IMF Tambah Dana Cadangan USD 650 Miliar

Oleh Liputan6.com pada 09 Apr 2021, 16:31 WIB
Diperbarui 09 Apr 2021, 16:31 WIB
Logo IMF
Perbesar
(Foto: aim.org)
Liputan6.com, Jakarta Menghadapi ketidakpastian kapan berakhirnya resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui penambahan dana cadangan khusus lembaga USD 650 miliar atau setara Rp 9.477 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.580).
 
Dikutip dari AP News, Jumat (9/4/2021) penambahan dana cadangan tersebut akan dipakai untuk membantu penyaluran dana bantuan kepada 190 negara anggotanya. Terutama peningkatan bantuan bagi negara-negara rentan yang terdampak pandemi.
 
Peningkatan dana yang disalurkan oleh IMF ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses vaksin bagi beberapa negara miskin. 
 
Nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan dana cadangan yang disepakati IMF saat menghadapi krisis keuangan tahun 2008 silam. Pada saat itu, IMF menyetujui peningkatan dana sebesar USD 250 miliar.
 
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan kepada panel IMF, peningkatan cadangan dana tersebut akan memberikan "dorongan yang sangat dibutuhkan untuk cadangan global".
 
Yellen juga mengatakan pentingnya sinergi semua negara. Terutama bagi negara-negara kaya yang tidak membutuhkan peningkatan bantuan pendanaan, untuk memberikan dukungan ekstra itu kepada negara-negara miskin.
 
Seperti yang sudah ditanggapi oleh Yellen sebelumnya, ini memberikan pernyataan keras bahwa pemerintahan Biden mengambil sikap berkebalikan dari pendahulunya. Berbeda dengan pemerintahan Trump yang menentang keras peningkatan cadangan tersebut. 
 
Anggota parlemen dari partai Republik di Kongres AS juga diketahui mengajukan keberatan atas keputusan IMF itu. Mengatakan peningkatan dana cadangan hanya menguntungkan negara-negara yang dipandang sebagai musuh AS seperti China, Rusia, dan Iran.
 
2 dari 3 halaman

Atasi Perubahan Iklim

Ilustrasi perubahan iklim (climate change)
Perbesar
Ilustrasi perubahan iklim (climate change)
Selama pandemi setahun terakhir, masalah perubahan iklim juga jadi isu yang paling banyak disoroti publik. IMF menyebut keputusan peningkatan dana cadang juga dialokasikan untuk mengatasi permasalah tersebut.
 
Dalam keterangannya, peningkatan dana bantuan untuk mengatasi perubahan iklim dialokasikan pada dukungan industri berkelanjutan yang rendah emisi karbon. Dengan peningkatan nilai ekonomi dari industri baru ini, diharapkan mampu mengatasi permasalah pengangguran yang meningkat selama pandemi.
 
"Sejalan dengan perjanjian Paris, kami berkomitmen kuat untuk mengatasi perubahan iklim melalui langkah-langkah untuk mempercepat transisi ke masyarakat yang lebih hijau,” tulis IMF dalam pernyataan resminya.
 
Pemerintahan Biden juga mengambil sikap yang jelas pada permasalahan ini. Setelah Trump mengeluarkan AS dari kesepakatan Paris tahun 2019 silam, Biden kemudian mengembalikannya dan membawa AS untuk mendukung penyelesaian masalah perubahan iklim.
 
“Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk bekerja dengan mitra internasional untuk mengatasi perubahan iklim,” kata Yellen dalam sambutannya.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓