Serikat Pekerja Pertamina Minta Investigasi Kilang Balongan Berjalan Profesional

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 18:30 WIB
Kebakaran di Kilang Minyak Balongan
Perbesar
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu (31/3). Dok Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSSPB) Arie Gumilar menyampaikan rasa bangga dan apreasiasi yang sebesar-besarnya atas Kesigapan penanganan Kebakaran di RU VI Balongan atau Kilang Balongan yang telah dilakukan oleh pekerja Pertamina dalam hal penanganan kebakaran yang terjadi.

Kesigapan ini dinilai membuat Kilang Balongan dapat dipadamkan secara sistematis dan tidak meluas tidak menyebabkan kebakaran yang lebih luas.

"Kerja keras serta kerja cerdas yang ditunjukkan teman-teman di lapangan, membuat situasi emergency yang terjadi bisa cepat tertangani, hal tersebut sangat penting guna mempercepat kilang Pertamina RU VI Balongan dapat beroperasi secara normal kembali," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Ariejuga tidak lupa menjabarkan kontribusi pekerja yang luar biasa yang patut di apreasiasi, dimana para pekerja ditengah situasi sulit yang terjadi bisa menjaga distribusi BBM tetap normal.

"Dibuktikan meskipun yang terbakar adalah tangki pertalite, tapi tidak ada kelangkaan pertalite dimanapun," ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Media FSPPB Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan, bahwa terkait proses hukum dan investigasi Kilang Balongan yang saat ini sedang dan masih berlangsung oleh para Penyidik, maka FSPPB sangat menghormatinya dan memberikan dukungan agar didapat penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

"FSPPB juga mengharapkan agar investigasi tersebut dapat dijalankan secara professional sebagaimana mestinya," tutup dia.

2 dari 4 halaman

Pertamina Pastikan Korban Kilang Balongan Dapat Ganti Rugi

Kebakaran Hebat Kilang Pertamina Balongan
Perbesar
Pengendara motor melewati kepulan asap tebal dari kebakaran yang melanda Kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia, Senin (29/3/2021). Tangki T-301G Kilang Balongan milik Pertamina terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. (AP Photo)

Pasca insiden kebakaran tangki Kilang Balongan milik PT Pertamina (Persero), muncul laporan mengenai kompensasi yang akan diberikan kepada warga terdampak. Pihak Pertamina pun memastikan akan memberikan santunan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Namun sejauh ini belum ada kepastian mengenai besaran santunan yang akan diberikan.

"Mengenai angka kami belum tetapkan karena saat ini kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Tapi pastinya akan kami akan lakukan," ungkap Nicke dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (5/3/2021).

Fokus Pertamina saat ini, katanya, yaitu penanganan warga terdampak sampai sembuh dan juga memberikan bantuan trauma healing.

"Dari tim medis kami karena kebetulan RS Pertamina sudah menjadi holding dari seluruh RS BUMN di Indonesia, dan dibantu dari Kemensos juga untuk trauma healing," jelas Nicke.

Adapun untuk korban luka insiden ini adalah 35 orang. Sebanyak 25 diantaranya mengalami luka ringan, dan sudah kembali ke rumah.

"Kita melanjutkan dengan trauma healing, karena bukan hanya penanganan fisik tapi juga psikologis harus kita lakukan," sambung Nicke.

Sisanya, 10 orang masih dalam penanganan di Rumah Sakit (RS). Sebanyak enam orang masih di rawat di RS Pusat Pertamina, Jakarta, dan empat orang di RS Pertamina Balongan. 

3 dari 4 halaman

Kebakaran Kilang Balongan Disebut Gara-Gara Petir, DPR: Pertamina Konyol

Kebakaran Hebat Kilang Pertamina Balongan
Perbesar
Photo) Kepulan asap hitam masih terlihat di Kilang Pertamina Balongan Indramayu yang terbakar, Senin (29/3/2021). Di lokasi, petugas gabungan nampak menutup jalan berupa jalur dari Cirebon menuju Indramayu arah Balongan. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan pernyataan pihak PT Pertamina (Persero) mengenai petir sebagai penyebab kebakaran Kilang Balongan sebagai hal yang konyol. Pernyataan tersebut dianggap terlalu dini dan tidak menggambarkan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia.

Ia pun menilai pernyataan tersebut kurang lebih serupa dengan kasus PT PLN (Persero) terkait isu pohon sengon penyebab listrik padam massal. Begitu pula dengan pernyataan PLN pada tahun lalu, ketika menyebutkan kenaikan tarif listrik karena banyak masyarakat menonton drama Korea (drakor).

Pernyataan mengenai petir yang menyebabkan kebakaran Kilang Balongan disampaikan oleh seorang pegawai Pertamina.

"Saya pikir konyol. Andai orangnya ada di sini, saya ingin keramasin dia (pegawai Pertamina). Menurut saya, masyarakat perlu sebuah berita yang menenangkan bahwa ini tidak akan menyebar," kata Eddy saat berdialog interaktif dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/4/2021).

"Yang justru diberikan adalah pernyataan-pernyataan yang menurut kami tidak merefleksikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia," sambungnya.

Eddy pun menyoroti investigasi yang saat ini tengah dilakukan Pertamina. Ia berharap hasil investigasi dapat menjadi bahan penanganan pencegahan di masa depan agar insiden serupa tidak terjadi.

"Saya tahu sekarang sedang investigasi. Namun alangkah baiknya jika bisa memberikan gambaran apakah ini masalah Kilang Balongan operasional, maintenance, atau keamanan karena ini menyangkut permasalahan penanganan pencegahan kedepannya," jelasnya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓