Menko Luhut Beberkan 3 Kunci Pemulihan Ekonomi Bali

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2021, 15:50 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 15:50 WIB
Bali United
Perbesar
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, memberikan variasi menu latihan berupa menggenjot fisik pemain di bibir pantai. (dok. Bali United)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pertumbuhan ekonomi di Bali sepanjang tahun 2020 hanya mampu tumbuh -0,3 persen.

Hal ini disebabkan karena Pulau Dewata ini sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sedangkan selama pandemi Covid-19 ini, sektor pariwisata menjadi yang paling terpuruk sepanjang tahun.

"Hal ini disebabkan oleh besarnya ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata. Salah satu sektor paling terdampak COVID-19," kata Luhut dalam acara Bali Economic & Investment Forum 2021 secara virtual, Bali, Kamis (8/4).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan ada tiga kunci pemulihan ekonomi di Bali dalam jangka pendek. Pertama, mengendalikan penyebaran virus Covid-19 yang harus semakin baik.

Strategi ini tidak hanya berlaku untuk Bali, tetapi juga untuk seluruh wilayah di Indonesia. Bila kondisi ini semakin membaik, maka mobilitas manusia akan kembali meningkat dan pemulihan ekonomi secara bertahap akan bisa bergerak.

"Sehingga aktivitas ekonomi secara gradual akan kembali normal," kata dia.

Kedua, proses vaksinasi di Bali harus dipercepat. Tujuannya agar kekebalan komunitas atau herd immunity bisa segera tercipta. Secara khusus Luhut mengaku telah meminta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat proses ini.

Hanya saja prosesnya terpaksa terhambat lantaran adanya blokade distribusi vaksin dari negara produsen vaksin. "Akibat adanya blokade dari beberapa negara produsen vaksin, mengakibatkan keterlambatan 2 bulan dari rencana awal," kata dia.

Ketiga, Luhut menilai harus ada pengetatan protokol kesehatan. Terutama untuk para wisatawan mancanegara yang disepakati dengan negara asal.

"Kami memang sedang menjajaki negosiasi dengan beberapa negara untuk membuka travel bubble wisman dengan Bali," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Jangka Menengah dan Panjang

Ilustrasi Keindahan Alam Indonesia
Perbesar
Pantai Kuta, Bali. (Bola.com/Pixabay)

Selain itu, dalam jangka menengah dan panjang ada beberapa insentif yang bisa dilakukan. Pertama, pengembangan health tourism dengan membuka rumah sakit internasional untuk penanganan penyakit-penyakit spesifik seperti kanker, tumor, itu sudah ada beberapa investor yang berminat untuk ini.

"Dengan health tourism yang berkembang, maka length of stay wisatawan yang datang akan lebih lama," kata dia.

Kedua, diversifikasi kepada sektor-sektor di luar pariwisata seperti kelautan dan budidaya perikanan, serta pertanian. Hal lain yang ingin ditekankan yaitu meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sumber air dan pengelolaan sampah.

"Kedua hal tersebut adalah kunci terhadap sustainability industry pariwisata di Bali," kata dia.

"Terakhir, saya ingin mengingatkan kepada semua untuk tetap bersatu mematuhi protokol kesehatan, dan juga bahu-membahu meningkatkan sektor ekonomi di Bali," kata dia mengakhiri.

Reporter:  Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓