Komitmen Konservasi Air, Danone Telah Bangun 1.900 Sumur Resapan

Oleh Liputan6.com pada 07 Apr 2021, 14:55 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 21:39 WIB
Sampah plastik
Perbesar
Sampah plastik. (Foto: Dok. Danone-AQUA)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2021, Danone Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan dan menjaga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dalam acara virtual bertajuk Afternoon Talk with Indonesia Water Coalition diskusi yang diinisiasi Yayasan Konservasi Alam Nusantara bersama Koalisi Air Indonesia.

Ratih Anggraeni, Head of Climate & Water Stewardship Danone Indonesia mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari upaya untuk mencapai positive water impact di Indonesia pada 2030, Danone Indonesia bersama masyarakat dan para mitra terkait terus berkomitmen dan telah melakukan berbagai inisiatif sejak 1990 dalam berbagai upaya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan memastikan upaya-upaya tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Berkat kemitraan yang terbangun bersama dengan pemerintah pusat dan lokal, masyarakat, serta LSM, hingga 2020, kami telah menanam lebih dari 2,4 juta pohon, membangun 1.900 sumur resapan, dan 31 water pond. Selain itu, melalui kemitraan ini, Danone juga telah membuat 80 ribu biopori, 2 DAM resapan, 6800 rorak, serta 52 unit Penampung Air Hujan (PAH)," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

"Kami mengenalkan konsep jasa lingkungan dalam implementasi konservasi perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan terlibat aktif dalam inisiasi pembentukan forum multi pihak untuk perlindungan DAS, seperti yang kami lakukan di DAS Rejoso, Sub DAS Cicatih dan Sub DAS Pusur. Kami juga membantu melestarikan flora dan fauna endemik lokal dengan mengembangkan Program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di 23 lokasi di sekitar operasional kami, serta mengembangkan Program WASH (Water Access, Sanitation, dan Hygiene) yang di antaranya telah membantu membangun sarana air bersih (SAB) dan sanitasi, dan hingga saat ini telah memberikan manfaat kepada 361.000 penerima manfaat,” jelas Ratih.

Danone adalah salah satu anggota Koalisi Air Indonesia yang merupakan sebuah wadah kemitraan multipihak untuk penatalayanan air dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui aksi kolektif di tingkat DAS. Pengelolaan DAS secara kolektif ini penting dilakukan karena bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang lebih luas serta memudahkan sinergi antara pemangku kepentingan yang berada di dalam DAS.

Terbentuk pada tanggal 29 Januari 2021, Koalisi Air Indonesia diprakarsai oleh 6 perusahaan dan 3 organisasi nirlaba, yaitu Danone Indonesia, PT Coca-Cola Indonesia, Global Water Partnership Southeast Asia, PT L’Oréal Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia, PT Nestlé Indonesia, PT Unilever Indonesia, Tbk., Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia.

“Kami berkolaborasi membentuk Koalisi Air Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan usaha berkesinambungan yang telah lama dilakukan Danone untuk dapat menjaga kualitas, kuantitas dan kontinyuitas sumber daya air, serta mewujudkan praktik bisnis yang berkelanjutan. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Danone, One Planet One Health, di mana Danone meyakini bahwa kesehatan masyarakat sangat terkait dengan kesehatan dari lingkungan yang kita tinggali,” Ratih menambahkan.

2 dari 3 halaman

Penerima Manfaat

Danone-AQUA
Perbesar
Lewat AQUA Home Service (AHS), Danone-AQUA mendorong pemberdayaan perempuan pada sektor bisnis mikro. (dok. Danone-AQUA)

Beberapa penerima manfaat dari beberapa program konservasi dan peningkatan akses air bersih yang dilakukan Danone di kabupaten Sukabumi ikut berbagi cerita.

Lilis dari Desa Babakan Pari misalnya, mengisahkan kesulitan air bersih yang ia alami, terutama di musim kemarau yang mengharuskan mereka memanfaatkan air sawah untuk kebutuhan sehari-sehari.

“Sejak 2019, Program WASH telah membantu memfasilitasi kebutuhan kami akan air bersih yang sekarang sudah bisa diakses melalui sistem pipanisasi di masing-masing rumah. Selain itu, kami juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat yaitu perihal PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), sehingga perilaku higienitas kami berubah. Sekarang kami tidak lagi menggunakan air sawah atau berjalan jauh untuk mengambil air,” kata Lilis.

Hasan Basri, yang biasa disapa Hadi dari Desa Girijaya juga sangat mengapresiasi program sumur resapan air dan imbal jasa lingkungan yang diinisiasi Danone, sebagai bagian dari Forum Sub-DAS Cicatih, terhadap kelangsungan hidup masyarakat di desanya.

“Ketika program ini diperkenalkan di 2017, sulit menjelaskan kepada masyarakat mengenai manfaat sumur resapan. Tapi setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan terus melakukan edukasi, mereka mulai mengerti dan sejak 2019 telah dibangun 21 sumur resapan di desa kami yang terasa sekali manfaatnya terutama ketika musim kemarau tiba, warga masih bisa mendapatkan air dari kedalaman 50 cm-1 meter," ungkap Hadi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓