Donald Trump Tekor Rp 15 Triliun Sejak jadi Presiden AS, Peringkatnya Anjlok di Daftar Orang Terkaya Dunia

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 09 Apr 2021, 15:23 WIB
Presiden AS Donald Trump pidato di Sidang Umum PBB. Ia menyerang China dalam pidatonya.
Perbesar
Presiden AS Donald Trump pidato di Sidang Umum PBB. Ia menyerang China dalam pidatonya. Dok: Gedung Putih
Liputan6.com, Jakarta Donald Trump kehilangan banyak kekayaan semenjak menjalani masa jabatannya sebagai Presiden AS. Berdasarkan pemeringkatan Forbes tahun 2021, peringkat Trump telah turun hampir 300 poin dari posisi orang terkaya dunia  tahun lalu.
 
Dikutip dari Fox Business, Kamis (8/4/2021) Forbes mencantumkan nama Trump sebagai orang terkaya dunia ke-1.299 di dunia, turun dari posisinya tahun lalu di peringkat ke-1.001.
 
Bahkan jika dibandingkan dengan peringkatnya dua tahun silam, Trump sudah turun jauh dari peringkatnya ke-715 di dunia pada tahun 2019.
 
Hampir 1/3 kekayaannya tergerus semenjak dirinya hijrah ke White House 2017 silam. Pada tahun tersebut kekayaan Trump ditaksir mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp 50,4 triliun.
 
Namun data Forbes terbaru 2021 menunjukkan kekayaannya sekitar USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 34,5 triliun.
 
Meski begitu, kekayaan Trump selama pandemi sebetulnya naik USD 300 juta dari nilai tahun lalu yaitu sekitar USD 2,1 miliar. 
 
Sayangnya kenaikan itu tidak mempengaruhi peringkatnya karena kebanyakan miliarder tahun ini mengalami peningkatan yang lebih signifikan.
 
Donald Trump sebenarnya sudah sering sesumbar kepada publik untuk membuktikan tentang integritasnya. Ia menyebut tidak menambang harta selama berkuasa di White House karena menurutnya tidak juga makin kaya dengan jabatannya. 
 
“Saya akan menghasilkan banyak uang jika saya menjalankan bisnis saya - saya melakukannya dengan sangat baik,” kata Trump saat itu.
 
Forbes memperkirakan Trump bisa saja melipat gandakan kekayaannya hingga bertambah USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 23 triliun selama jadi presiden, namun dengan sejumlah kondisi.
 
Terutama jika Trump mampu menghindari sejumlah kontroversi dirinya seperti membayar pajak dan menghindari transaksi bermasalah. 
 
2 dari 3 halaman

Kinerja Real Estate Jeblok

Trump Tower di Manhattan, New York. (AFP)
Perbesar
Trump Tower di Manhattan, New York. (AFP)
Sebagian besar penurunan kekayaan Trump sepertinya ikut dipengaruhi menurunnya kinerja sejumlah aset real estate.
 
Apalagi selama pandemi, banyak gedung pencakar langit milik Trump di New York dan San Fransisco ditinggal penyewanya. 
 
Bukan hanya itu, Bloomberg bulan lalu juga merilis sebuah artikel yang mengungkap, Trump akan ditagih USD 590 juta atau hampir Rp 8,5 triliun atas utang bisnis yang harus dibayarnya dalam waktu empat tahun mendatang. 
 
Ia juga dihadapkan utang dari aset real estate yang nilainya ditaksir mencapai USD 256,8 juta atau lebih dari Rp 3,5 triliun. Dalam lima tahun terakhir, nilai real estate yang dimilikinya bahkan telah berkurang 26 persen.
 
Penurunan nilai itu hampir terjadi di semua gedung miliknya, terutama sebuah gedung bergaya Art Deco berusia 90 tahun yang berdiri di kawasan elit Wall Street, New York. 
 
Dalam lima tahun terakhir, nilai gedung tersebut telah turun hampir 50 persen, dari USD 550 juta hingga tersisa hanya USD 277,7 juta saat ini.
 
Beberapa analis berpendapat penurunan nilai gedung tersebut bukan hanya dipengaruhi oleh umurnya yang kebanyakan sudah terbilang lawas. Berbagai manuver politik Trump selama masih menjabat sebagai presiden juga dianggap turut memperburuk citra bisnisnya.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓