Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Oleh Andina Librianty pada 07 Apr 2021, 11:10 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 11:14 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu ini. Penguatan ini seiring dengan turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Rabu (7/4/2021), rupiah dibuka di angka 14.470 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.505 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.470 per dolar AS hingga 14.500 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 3,20 persen.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu berpeluang menguat, seiring turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).

"Dolar AS masih nampak melanjutkan pelemahan kemarin di awal perdagangan hari Rabu, akibat aksi ambil untung kuatnya dolar AS selama dua pekan terakhir dan turunnya tingkat imbal hasi obligasi Pemerintah AS," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dikutip dari Antara.

Outlook Dolar AS melemah seiring turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS dibalik ekspektasi pasar yang menurunkan ekspektasi agresif bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan memperketat kebijakannya lebih awal dari yang dijanjikan.

Imbal hasil obligasi terus turun dari level tertinggi, mengurangi kekhawatiran akan kenaikan inflasi. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 1,65 persen pada Selasa (6/4) lalu.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang 14.480 per dolar AS hingga 14.520 per dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

2 dari 3 halaman

Terima Uang Rupiah Palsu? Ini yang Harus Kamu Lakukan!

Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Sebelumnya, mata uang rupiah merupakan alat tukar resmi di Indonesia. Tak jarang uang rupiah palsu banyak beredar di pasaran, Bank Indonesia yang memiliki wewenang untuk mengatur peredaran rupiah, secara tegas menjelaskan bahwa yang berhak untuk mencetak uang rupiah hanyalah Perum Peruri.

“Jika terdapat masyarakat yang melakukan pencetakan rupiah selain pihak yang ditunjuk Bank Indonesia dalam hal ini Perum Peruri dapat dikenakan ketentuan pidana sesuai UU No 7 tahun 2011,” tulis Bank Indonesia pada Instagram resmi @bank_indonesia, dikutip Jumat (12/3/2021).

Menurut PP tahun 2019, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memiliki tugas utama untuk mencetak uang Republik Indonesia sesuai pesanan dari Bank Indonesia. Sehingga tidak dibenarkan jika ada masyarakat yang dapat mencetak uang sendiri.

Adapun Pemerintah telah melakukan pencegahan terhadap peredaran rupiah palsu dengan melakukan, pemberantasan melalui Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), yang terdiri dari Badan Intelijen Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia.

Untuk dapat mengetahui keaslian dari uang rupiah, hanya Bank Indonesia yang berhak menentukan keaslian dari uang tersebut. Masyarakat juga dapat meminta klarifikasi terkait rupiah yang diragukan keasliannya kepada Bank Indonesia baik secara langsung ataupun tidak.

Bank Indonesia, dengan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat apabila menemukan uang yang keasliannya diragukan, hal pertama yang dilakukan, tolak dan jelaskan secara sopan bila anda meragukan keaslian uang tersebut.

Kemudian yang kedua, minta kepada pemberi untuk memberikan uang lainnya sebagai pengganti uang rupiah tersebut dengan melakukan pengecekan 3D (dilihat,diraba, diterawang). Ketiga, sarankan kepada pembeli untuk melakukan pengecekan kepada Kepolisian atau BI.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓