Panen Surplus, 291.741 Ton Gabah Petani di Jateng Siap Diserap

Oleh Liputan6.com pada 06 Apr 2021, 13:35 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 13:35 WIB
Musim Kemarau, Harga Gabah Petani Alami Kenaikan
Perbesar
Petani memisahkan bulir padi dari tangkainya saat panen di sawah yang terletak di belakang PLTU Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (4/8/2019).. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) bersama Perum Bulog dan Persatuan Kostraling bersepakat menyerap gabah dan beras hasil petani di Provinsi Jawa Tengah. Gabah sisa panen Maret April dan Mei 2021 dapat diserap Bulog dengan harga yang wajar bagi petani.

Penanggung jawab GSPG Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan yang juga Kepala Balai Besar Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan Hortikultura, Warjito mengatakan jika Bulog dapat menyerap panen untuk mengisi cadangan pangan pemerintah. Langkah ini juga demi membantu petani dalam menstabilkan harga gabah saat panen raya, melalui mitra Bulog.

Hal inipun diatur secara serius dengan surat Menteri Pertanian Nomor 28/TP.100/M/03/2021 untuk serap gabah petani saat panen raya padi agar harga gabah/beras petani tidak anjlok.

“Setelah kesepakatan Mitra Bulog diharapkan sudah mulai bergerak menyerap gabah sesuai ketentuan. Selain itu Agar Poktan/Gapoktan memaksimalkan bantuan pemerintah, seperti dryer untuk meningkatkan kualitas gabah”, kata Warjito dalam acara Rakor Evaluasi Luas Tambah Tanam dan Serapan Gabah di Semarang pada 1 April 2021.

Dalam acara yang sama, Kepala Kantor WIlayah Perum Bulog Jawa Tengah , Miftahul Ulum menyatakan komitmen Bulog untuk menyerap semaksimal mungkin gabah petani di musim ini periode Maret, April dan Mei 2021.

Kanwil Perum Bolog Jateng dan DIY siap menyerap gabah sebesar 291.741 ton GKG sesuai dengan standar HPP Gabah/Beras yang mengatur persyaratan pada Permendag nomor 24 Tahun 2020,” ujar Miftahul. Kesepakatan tersebut mencakup 29 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro menyebutkan bahwa saat ini Jawa Tengah produksi padi mengalami surplus dan demikian juga luas tambah tanam Oktobe - Maret 2021/2021 surplus 99.132 ha dibandingkan dengan tahun lalu. Suryo Banendro sangat mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan Kementan dengan menggandeng mitra.

“Upaya serap gabah ini adalah respon yang tepat oleh Pemerintah mengatasi harga yang jatuh saat panen raya,” Ia berharap dengan adanya gerakan ini maka harga gabah di tingkat petani akan kembali stabil.

 

Panen Raya Aman dan Produksi Padi di Kabupaten Malang Surplus
Perbesar
Pemerintah Kabupaten Malang optimis produksi padi pada masa panen raya cukup berlimpah sehingga kebijakan impor beras tidak harus dilakukan (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan Kementan secara optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pasca panen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam musim tanam (MT)-II.

Sesuai data BPS, potensi panen pada Maret 2021 seluas 1,63 juta hektare dan April luas 1,67 juta hektaer sehingga peran Kostraling bekerja optimal dalam menyerap gabah/beras petani.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kostraling kerjanya menjadi Bulog-Bulog kecil. Dengan demikian, upaya serap gabah/beras petani menjadi optimal dan selanjutnya hasil serap dari Kostraling disalurkan ke Bulog. Ini adalah sinergi yang bagus antara Kementan dengan Bulog,” ujarnya.

“Untuk membantu petani agar menghasilkan gabah/beras berkualitas, Kementan juga memberikan dukungan bantuan berupa alat mesin panen dan pasca panen seperti combine harvester, mesin pengering (dryer) dan mesin penggilingan (RMU). Jadi kami pastikan musim panen raya padi awal tahun 2021 menguntungkan petani dan stok beras terjamin," imbuh Suwandi.