Pasangan Menolak Bikin Perencanaan Keuangan Bersama? Coba Pakai Tips Ini

Oleh Liputan6.com pada 13 Apr 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 13 Apr 2021, 07:00 WIB
Melimpahkan Semua Kekesalanmu Padanya
Perbesar
Ilustrasi Pasangan tak sepakat. Credit: unsplash.com/Khamkeo

Liputan6.com, Jakarta Melakukan perencanaan keuangan atau finansial mungkin tampak seperti topik yang menakutkan bagi beberapa pasangan. Terlebih apabila Anda mengikutsertakan pasangan yang belum terbiasa merancang perencanaan dan terbuka soal kondisi keuangannya.

Melansir dari Los Angeles Daily News, Selasa (13/4/2021), mencapai kesepakatan bersama tentang tujuan dari perencanaan keuangan dan benar-benar melakukan apa yang diperlukan untuk mencapainya adalah salah satu rintangan yang paling sulit diatasi.

Ketika pasangan hidup Anda menolak melakukan percakapan mengenai keuangan, ketegangan dan kemarahan bisa saja muncul.

Tetapi, bagaimanapun, percakapan soal finansial harus tetap terlaksana karena akan berperan penting dalam masa depan hubungan yang dijalani. Meskipun, harus menghadapi sikap penyangkalan atau konfrontasi di awal percakapan.

Misalnya, salah satu dari Anda sudah berusaha keras mencoba menabung dana untuk pensiun, tentu pasangan Anda juga seharusnya ikut menghargai hal ini.

Apabila hal sebaliknya yang malah terjadi, seperti pasangan justru menghabiskan uang tanpa berpikir panjang maka skenario semacam itu dapat menimbulkan hambatan besar dalam perencanaan.

Kedua pasangan akan merasa dirugikan dan tidak dihormati kebutuhan mereka oleh pihak yang lain.

Lantas, bagaimana Anda berdua bisa tetap berada di jalur yang sama? Berikut adalah lima langkah untuk membantu melewati percakapan tersebut dengan lebih mudah sehingga Anda berdua dapat menyelaraskan tindakan dalam mencapai tujuan Anda.

1. Sepakati “mengapa” dan hindari memulai dengan "bagaimana"

Hindari memulai diskusi dengan strategi yang melibatkan angka dan taktik menabung. Intinya hindari memulai dengan langsung menghitung berapa banyak yang ingin Anda miliki di masa pensiun atau apa yang ingin ditinggalkan untuk anak-anak.

Sebaliknya, mulailah dengan membuat gambaran tentang masa depan ideal yang Anda harapkan atau hasil akhir yang ingin Anda capai.

Gambarkan visi tentang apa yang Anda ingin uang atau aset ini lakukan. Misalnya, kehidupan seperti apa yang ingin Anda jalani saat pensiun? Apa yang ingin Anda lakukan dan nikmati setiap hari? Bersemangatlah bersama tentang berbagai kemungkinan.

 

 

2 dari 4 halaman

2. Identifikasi tujuan

Mudah Tersinggung dan Hobi Marah Pada Hal Kecil
Perbesar
Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/Carly

Disinilah saat yang tepat bagi Anda untuk mulai memutuskan berapa banyak yang akan dibutuhkan untuk mendukung visi masa depan yang telah Anda ciptakan bersama.

Bekerja dengan seorang profesional untuk memastikan Anda menghitung dengan baik dan tepat juga dapat mempermudah Anda melalui tahap ini.

3. Identifikasi strategi untuk membantu mencapai tujuan

Disinilah biasanya sebagian besar percakapan mulai berjalan diluar kendali. Memutuskan apa kebiasaan terkait uang yang perlu diubah untuk mencapai tujuan Anda bisa terasa menyakitkan.

Pada titik ini, penting untuk tetap mengacu pada "mengapa" yang Anda buat bersama untuk mengingatkan satu sama lain tentang hasil akhir yang sepadan dengan perjuangannya. Membicarakan hal ini dengan istilah yang tidak menghakimi akan menjadi penting.

Juga penting untuk menyadari bahwa tergantung pada siapa yang harus mengubah perilaku, orang tersebut sedang berjuang melepaskan sesuatu yang dianutnya sejak lama untuk menerapkan kebiasaan yang baru.

Jadi, dalam proses menggunakan cara baru dalam mengelola uang akan ada momen penting untuk mengucapkan selamat tinggal pada pola pengeluaran sebelumnya yang mungkin telah akrab dan nyaman Anda jalani.

4. Pecah visi besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil

Melihat angka-angka besar yang diperlukan untuk mencapai "mengapa" yang Anda berdua miliki bisa terasa menakutkan. Hal tersebut juga bisa membuat kecil hati ketika mencoba mengubah perilaku keuangan yang tidak sehat. 

Setelah memastikan dan mengidentifikasi tujuan besar Anda, cobalah memecahnya menjadi beberapa misi yang harus dicapai dalam jangka pendek dan menengah sehingga terasa lebih mudah dijalani dan Anda dapat merayakan bersama serta saling menyemangati untuk tetap berada di jalur menuju kesuksesan akhir.

 

3 dari 4 halaman

5. Saling mengingatkan satu sama lain

(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)

Akan tiba saatnya ketika salah satu dari Anda keluar dari jalur yang telah ditetapkan. Penting untuk menciptakan sistem dimana salah satu pihak tidak membiarkan pihak yang lain terus menerus melakukan hal yang sama.

Hindari kritik dan penilaian yang kasar dan pahami bahwa bekerja untuk mencapai tujuan yang hebat juga berarti belajar dan terkadang, jatuh untuk bangkit kembali. Pada saat-saat seperti ini, tinjau kembali "mengapa" yang Anda buat bersama untuk mengingatkan diri sendiri dan pasangan tentang apa yang sedang diupayakan bersama.

6. Biasakan berkomunikasi

Bagaimana Anda akan menangani konflik? Bagaimana Anda akan merayakannya? Meluangkan waktu untuk secara konsisten melakukan diskusi yang bermakna seperti itu dapat membantu bab-bab berikutnya yang harus dilewati bersama-sama menjadi lebih mudah.

Kebiasaan ini juga mampu membuat Anda semakin dekat dengan pasangan, bahkan untuk topik di luar pembahasan finansial sekalipun.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓