Pertamina Pastikan Korban Kilang Balongan Dapat Ganti Rugi

Oleh Andina Librianty pada 05 Apr 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 05 Apr 2021, 20:45 WIB
Kebakaran Hebat Kilang Pertamina Balongan
Perbesar
Langit malam bersinar dari api yang menghanguskan Kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Ratusan orang dievakuasi dari desa terdekat setelah kebakaran besar terjadi di kilang tersebut. (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta Pasca insiden kebakaran tangki Kilang Balongan milik PT Pertamina (Persero), muncul laporan mengenai kompensasi yang akan diberikan kepada warga terdampak. Pihak Pertamina pun memastikan akan memberikan santunan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Namun sejauh ini belum ada kepastian mengenai besaran santunan yang akan diberikan.

"Mengenai angka kami belum tetapkan karena saat ini kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Tapi pastinya akan kami akan lakukan," ungkap Nicke dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (5/3/2021).

Fokus Pertamina saat ini, katanya, yaitu penanganan warga terdampak sampai sembuh dan juga memberikan bantuan trauma healing.

"Dari tim medis kami karena kebetulan RS Pertamina sudah menjadi holding dari seluruh RS BUMN di Indonesia, dan dibantu dari Kemensos juga untuk trauma healing," jelas Nicke.

Adapun untuk korban luka insiden ini adalah 35 orang. Sebanyak 25 diantaranya mengalami luka ringan, dan sudah kembali ke rumah.

"Kita melanjutkan dengan trauma healing, karena bukan hanya penanganan fisik tapi juga psikologis harus kita lakukan," sambung Nicke.

Sisanya, 10 orang masih dalam penanganan di Rumah Sakit (RS). Sebanyak enam orang masih di rawat di RS Pusat Pertamina, Jakarta, dan empat orang di RS Pertamina Balongan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kebakaran Kilang Balongan Disebut Gara-Gara Petir, DPR: Pertamina Konyol

Upaya Memadamkan Api di Kilang Minyak Balongan
Perbesar
Suasana kilang yang sudah mulai padam pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu, Rabu (31/3). Pertamina RU VI dan Unit RU yang ada di Indonesia bersama Damkar Cirebon berupaya memadamkan. (Dok. Humas Pertamina)

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan pernyataan pihak PT Pertamina (Persero) mengenai petir sebagai penyebab kebakaran Kilang Balongan sebagai hal yang konyol. Pernyataan tersebut dianggap terlalu dini dan tidak menggambarkan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia.

Ia pun menilai pernyataan tersebut kurang lebih serupa dengan kasus PT PLN (Persero) terkait isu pohon sengon penyebab listrik padam massal. Begitu pula dengan pernyataan PLN pada tahun lalu, ketika menyebutkan kenaikan tarif listrik karena banyak masyarakat menonton drama Korea (drakor).

Pernyataan mengenai petir yang menyebabkan kebakaran Kilang Balongan disampaikan oleh seorang pegawai Pertamina.

"Saya pikir konyol. Andai orangnya ada di sini, saya ingin keramasin dia (pegawai Pertamina). Menurut saya, masyarakat perlu sebuah berita yang menenangkan bahwa ini tidak akan menyebar," kata Eddy saat berdialog interaktif dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/4/2021).

"Yang justru diberikan adalah pernyataan-pernyataan yang menurut kami tidak merefleksikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia," sambungnya.

Eddy pun menyoroti investigasi yang saat ini tengah dilakukan Pertamina. Ia berharap hasil investigasi dapat menjadi bahan penanganan pencegahan di masa depan agar insiden serupa tidak terjadi.

"Saya tahu sekarang sedang investigasi. Namun alangkah baiknya jika bisa memberikan gambaran apakah ini masalah Kilang Balongan operasional, maintenance, atau keamanan karena ini menyangkut permasalahan penanganan pencegahan kedepannya," jelasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓