Dampak Banjir NTT, Pertamina Siapkan Jalur Alternatif Distribusi BBM

Oleh Andina Librianty pada 05 Apr 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 05 Apr 2021, 11:05 WIB
Banjir bandang dan longsor terjang Adonara-Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (Liputan6.com/ Dionisius Wilibardus)
Perbesar
Banjir bandang dan longsor terjang Adonara-Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (Liputan6.com/ Dionisius Wilibardus)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem hujan deras yang merata hampir di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama dua hari berdampak pada jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) di beberapa wilayah. Semenjak Sabtu (3/4/2021), Pertamina telah menyiagakan langkah antisipasi untuk penyaluran BBM bagi masyarakat.

Beberapa daerah dengan potensi terdampak diantaranya Pulau Adonara, Kabupaten Malaka Bagian Barat dan Kabupaten Timor Tengah Bagian Selatan. Pihak Pertamina sudah menyiapkan pola distribusi alternatif dalam kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini.

Manager Communication & CSR, Marketing Region Jatimbalinus PT Pertamina Sub Holding Commercial & Trading, Deden Mochammad Idhani, mengatakan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak No. 56.862.02 beserta satu lokasi Agen Minyak Tanah (AMT) terkena banjir. Empat Mobil Tangki (MT) untuk distribusi BBM juga terjebak dalam banjir tersebut.

Pada Minggu, 4 April 2021, produk minyak tanah sebanyak 10 Kilo Liter (KL) sudah dapat disalurkan di kawasan Kota Adonara. Jalur pengiriman BBM ke Pulau Adonara dari Fuel Terminal (FT) Larantuka di Pulau Flores akan segera kembali pulih menunggu perizinan dari syahbandar untuk menempuh jalur laut yang dinyatakan aman.

Nantinya, Mobil Tangki BBM Industri sudah disiagakan untuk mendistribusikan BBM ke lembaga penyalur dari kapal pengangkut BBM.

Putusnya akses utama jembatan Benenai, di Kabupaten Malaka Bagian Barat, Pulau Timor juga memiliki potensi menghambat penyaluran BBM ke SPBU Kompak No. 56.857.01 di Wewilu.

Alternatif pengiriman BBM dan minyak tanah akan dialihkan menggunakan kemasan dari Terminal Atapupu, sambil menunggu jalur distribusi dari Fuel Terminal Tenau di Kota Kupang dinyatakan aman untuk dilalui oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Jalur Trans Pulau Timor tepatnya di Timor Tengah Selatan ke Timor Tengah Utara yang mengalami longsor, saat ini dalam penanganan bersama oleh berbagai pihak.

"Diharapkan siang ini sudah dapat ditempuh oleh mobil Tangki untuk menyalurkan BBM ke enam SPBU yang berada di jalur poros tersebut," kata Deden dalam keterangannya pada Senin (5/4/2021).

Deden menambahkan, di Lembata dan Sumba Timur juga terjadi banjir, namun dapat dipastikan akses distribusi BBM dan sarana prasarana SPBU di kedua wilayah tersebut tetap aman untuk beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.

 

2 dari 3 halaman

Terminal Penyangga

Pertamina juga menyiagakan Fuel Terminal penyangga suplai BBM di wilayah NTT dalam kondisi bencana seperti ini.

Fuel Terminal Reo, Fuel Terminal Maumere dan Fuel Terminal Ende dalam kondisi siap beroperasi penuh mendukung penyaluran bagi daerah lain yang akses distribusinya terhambat.

"Pertamina bersama dengan BPBD Provinsi NTT juga sudah berkoordinasi dan akan segera turun ke wilayah-wilayah tersebut untuk menyalurkan Program Pertamina Peduli guna membantu masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem ini," ungkap Deden.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓