Bareng Pahlawan Ekonomi, Facebook Luncurkan Buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2021, 21:07 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 21:07 WIB
Buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif
Perbesar
Buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif

Liputan6.com, Jakarta - Facebook bekerja sama dengan Pahlawan Ekonomi melaunching buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif, Sabtu (3/4/2021). Acara digelar virtual, dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini dan dihadiri 800 perempuan pelaku usaha, perwakilan perusahaan, instansi pemerintah, anggota Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

Ke-99 pelaku usaha yang ditulis di buku ini adalah mereka yang telah memiliki usaha dan mendulang pendapatan dari aktivitas bisnisnya. Produk-produknya telah tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan ada yang dikirim ke luar negeri. Selain itu, tak sedikit dari produk-produk mereka yang mengisi gerai-gerai ritel modern.

“Kegiatan ini menandai perjalanan 5 tahun program #SheMeansBusiness. Di mana sejak 2016, Facebook di Indonesia telah membantu perempuan pelaku usaha dengan membekali keterampilan digital melalui alat (tools), sumber daya, inspirasi, dan pelatihan yang terkait dengan pemasaran digital,” ujar Policy Program Manager Facebook Indonesia Dessy Septiane Sukendar.

Dessy lalu menegaskan, pihaknya sangat mendukung penuh program Pahlawan Ekonomi yang membuat UMKM bisa naik kelas. Kata dia, program Pahlawan Ekonomi bukan hanya mengedukasi saja tetapi juga praktiknya.

“Dalam waktu lima tahun terakhir kita sudah melatih lebih dari 50 ribu pelaku wirausaha. Dan kita seiring waktu menambahkan materi baru seperti cara mengelola keuangan," tutur Dessy.

Tahun ini, imbuh dia, adalah momentum yang tepat untuk menampilkan 99 pemilik usaha terbaik dari 32.887 keseluruhan peserta. Profil dan kisah sukses perjalanan mereka ditampilkan dalam bentuk buku digital dengan dua versi, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Momentum ini juga untuk melengkapi perayaan Hari Wanita Sedunia serta Hari Kartini di Indonesia yang sejalan dengan program 2021 Facebook Indonesia, yaitu Sepekan Perempuan Indonesiaku.

Menurut Dessy, buku ini juga menunjukkan betapa besar manfaat pelatihan yang berhasil mendorong para pelaku usaha di Surabaya meningkatkan kapasitas bisnisnya dalam jangkauan penjualan lebih luas, serta nilai omzet lebih besar dengan memanfaatkan alat bisnis dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Bahkan, pada situasi pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020, yang “memaksa” pelaku usaha harus bertransformasi total ke bisnis online dengan segala kemampuan kreativitas juga inovasi untuk bertahan hidup dan menjadi lebih tangguh.

“Dari pengalaman para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi, banyak sekali cerita menarik yang inspiratif bisa memotivasi para parempuan pelaku usaha lain dalam memulai dan mengembangkan bisnis mereka,” papar dia.

2 dari 3 halaman

Apresiasi Tri Rismaharini

Founder Pahlawan Ekonomi Tri Rismaharini
Perbesar
Founder Pahlawan Ekonomi sekaligus Menteri Sosiai Tri Rismaharini.

Founder Pahlawan Ekonomi Tri Rismaharini sangat mengapresiasi peluncuran buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif ini. Menurut dia, sepuluh tahun Pahlawan Ekonomi telah menghasilkan kinerja yang luar biasa.   

“Banyak pelaku usaha dulunya seorang buruh, tenaga kerja wanita (TKW), dan ibu rumah tangga biasa yang tak berdaya di bidang ekonomi. Mereka kemudian memulai usaha dari nol, tanpa dibekali permodalan. Mereka juga beruntung karena pemerintah kota memberikan akses legalitas dan perizinan gratis. Seperti pengurusan SUIP, merek, BPOM dan halal,” ungkap dia.

Dengan kesungguhan dan ketekunan, terang Tri Rismaharini, mereka berhasil menambah pendapatan keluarga, meningkatkan ekonomi, dan menabung untuk masa tuanya. “Ada juga yang bisa membeli rumah dan menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi,” katanya.

Tri Rismaharini menceritakan awal terbentuknya Pahlawan Ekonomi. Ketika itu, Pemerintah Kota Surabaya tidak mempunyai uang untuk memberdayakan pelaku usaha, apalagi membantu permodalan.

“Tidak ada sama sekali. Namun program ini bisa berjalan baik dengan bantuan pihak swasta, lembaga pemerintahan, juga Facebook yang pada saat itu belum ada di Indonesia. Mereka datang dari Singapura ke Surabaya langsung untuk membimbing kaum perempuan bisa berjualan secara online.” ujarnya.

Dengan menggunakan instrumen media sosial, ujar dia, kaum perempuan bisa menjalin pertemanan dan persahabatan yang dulu sama sekali tidak terkait dengan bisnis. Dari situlah komunikasi bisa dibangun hingga mampu meningkatkan income.

“Mereka pun bisa terus menjalankan aktivitas bisnis karena menjaga relationship (pertemanan),”jelasnya.

Tri Rismaharini menambahkan, ketika pandemi covid-19 mendera yang meluluhlantakkan sendi-sendi ekonomi, para pelaku usaha ini masih bisa survive. Ini karena sejak awal mereka terbiasa bertransaksi secara online. Itulah yang mereka gunakan.  Bahkan di antara mereka ada yang menjadi lebih besar saat pandemi.

Dari situlah Tri Rismaharini percaya, tidak ada yang tidak mungkin. “Semua mungkin asal kita mau berusaha. Kita tak boleh menyerah. Kita akan terhormat di mata Tuhan karena punya usaha dan bisa membantu orang lain,” pungkasnya. (*)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓