Pertamina Janji Tanggung Jawab Kerusakan Akibat Kebakaran Kilang Balongan

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 17:30 WIB
Upaya Memadamkan Api di Kilang Minyak Balongan
Perbesar
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada kebakaran tangki minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Rabu (31/3/2021). Memasuki hari ketiga pascakebakaran, tim Emergency Pertamina berhasil memadamkan tiga tangki dari total empat tangki yang terbakar. (Dok. Humas Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya percepatan penanganan dampak insiden Tangki Kilang Balongan dilakukan PT Pertamina (Persero) dengan melaksanakan sosialisasi dan verifikasi data laporan warga terdampak secara simultan.

Data tersebut dihimpun melalui laporan warga terdampak kebakaran Kilang Minyak Balongan kepada pengurus RT RW yang dikumpulkan ke Kecamatan l T-301. Hari ini sosialisasi terkait kegiatan verifikasi kerusakan rumah warga dilaksanakan di Desa Majakerta dengan melibatkan Muspika dan Pemda Indramayu (3/4).

Sebelumnya, sosialisasi serupa telah dilaksanakan pada Jumat, 2 April 2021 di Desa Sukaurip, Balongan dan Tegalurung yang melibatkan berbagai pihak antara lain, Dinas PUPR Pemda Indramayu, Muspika Balongan dan Aparatur desa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, selain menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, Pertamina juga menjelaskan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menanggulangi insidentangki T-301 Kilang Balongan sekaligus dampak yang timbul baik di bidang sosial, lingkungan serta properti warga.

Unit Manager Communication Relation CSR RU VI Balongan Cecep Supriyatna menyampaikan bahwa atas insiden ini, Pemda Indramayu telah membentuk Tim Gabungan yang akan melakukan pendataan hingga verifikasi.

"Tim gabungan sudah dibentuk oleh Pemda Indramayu dan kami bersama Tim akan melakukan pendataan dan verifikasi kerugian yang dialami warga. Pertamina akan bertanggung-jawab atas kerusakan yang timbul akibat insiden ini," ujar Cecep Supriyatna.

Menurut Cecep, sosialisasi dan pendataan dilakukan secara simultan di seluruh lokasi terdampak. Dan paralel di lokasi yang sudah menyelesaikan sosialisasi dan pendataan, akan segera diverifikasi oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Tim Teknis (PUPR dan KIMRUNG), Pertamina,TNI, POLRI, BPBD, Camat Kuwu, serta RW dan RT setempat.

“Keseluruhan prosesnya kami lakukan secara simultan dan paralel bersama Tim Gabungan agar perbaikan bisa segera dilaksanakan,” pungkas Cecep.

Kilang Balongan Dipantau 24 Jam, Antisipasi Api Muncul Lagi

Jalan Raya Balongan-Indramayu Ditutup
Perbesar
Kendaraan melintas dengan latar belakang kepulan asap akibat kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/03/2021). Dampak dari terbakarnya kilang minyak Balongan milik PT Pertamina itu mengakibatkan Jalan Raya Balongan-Indramayu ditutup total. (merdeka.com/Arie Basuki)

PT Pertamina (Persero) hingga saat ini masih memantau perkembangan di Kilang Balongan, Indramayu meski semua tanki sudah berhasil dipadamkan pada Rabu (31/3/2021).

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan pendinginan dan pengawasan di area tanki T-301 sambil memastikan tidak ada potensi api akan muncul lagi.

"Pengawasan 24 jam terus dilakukan dan Offensive fire fighting segera dilakukan apabila ditemui ada titik api yang muncul kembali," ucapnya kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Sampai saat ini, peralatan pemadam dan foam tetap standby disekitar area tanki. Dijelaskan Agus, jika ada titik api yang mungkin muncul kembali memang sudah diantisipasi sebagai bagian dari proses pendinginan.

"Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami dapat menangani insiden (kebakaran Kilang Balongan) ini hingga benar-benar aman," pungkas Agus.  

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓