Kilang Balongan Terbakar, Impor BBM Bakal Naik

Oleh Liputan6.com pada 02 Apr 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 02 Apr 2021, 17:31 WIB
Kebakaran Hebat Kilang Pertamina Balongan
Perbesar
Photo) Kepulan asap hitam masih terlihat di Kilang Pertamina Balongan Indramayu yang terbakar, Senin (29/3/2021). Di lokasi, petugas gabungan nampak menutup jalan berupa jalur dari Cirebon menuju Indramayu arah Balongan. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Jakarta Pengamat Energi, Kurtubi mengatakan, kebakaran tanki Kilang Balongan tidak akan berdampak signifikan terhadap supply Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Namun untuk jangka panjang, kebakaran ini akan memicu kenaikan impor BBM.

"Kalau normalisasi, operasi Kilang Balongan belum bisa secepatnya atau baru setengah pasti akan ada langkah tambahan untuk memastikan supply ke Jakarta. Langkahnya apa? ya impor," ujarnya dalam diskusi online, Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Kurtubi mengatakan, selama ini Indonesia masih ketergantungan impor BBM. Terutama apabila terjadi kebakaran di kilang-kilang perusahaan milik negara.

"Karena setiap ada kecelakaan kilang kita amat sangat tergantung pada impor. BBM impor luar biasa gede karena kapasitas kilang terbatas. Paling mengerikan minyak mentah impor nya luar biasa," jelasnya

Indonesia, kata Kurtubi, selama ini amat lemah dalam melakukan produksi BBM di hulu. Paling besar, produksi yang dihasilkan hanya 300 ribu barel per hari.

"Pengadaan BBM hulu yang lebih memprihatinkan adalah minyak mentah yang produksinya amat sangat rendah. Cuma 300 ribu barel per hari," katanya.

Dalam mengatasi kekurangan BBM ke depan, pemerintah disarankan untuk membangun kilang baru atau menambah kapasitas kilang yang ada saat ini.

"Kalau kilang solusinya tambah kapasitas, baik bangun kilang baru atau RDMP kilang baru ditambah kapasitasnya. Tapi itu butuh waktu 2,3,4 tahun," tandasnya.

Kilang Balongan Dipantau 24 Jam, Antisipasi Api Muncul Lagi

Upaya Memadamkan Api di Kilang Minyak Balongan
Perbesar
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada kebakaran tangki minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Rabu (31/3/2021). Memasuki hari ketiga pascakebakaran, tim Emergency Pertamina berhasil memadamkan tiga tangki dari total empat tangki yang terbakar. (Dok. Humas Pertamina)

PT Pertamina (Persero) hingga saat ini masih memantau perkembangan di Kilang Balongan, Indramayu meski semua tanki sudah berhasil dipadamkan pada Rabu (31/3/2021).

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan pendinginan dan pengawasan di area tanki T-301 sambil memastikan tidak ada potensi api akan muncul lagi.

"Pengawasan 24 jam terus dilakukan dan Offensive fire fighting segera dilakukan apabila ditemui ada titik api yang muncul kembali," ucapnya kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Sampai saat ini, peralatan pemadam dan foam tetap standby disekitar area tanki. Dijelaskan Agus, jika ada titik api yang mungkin muncul kembali memang sudah diantisipasi sebagai bagian dari proses pendinginan.

"Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami dapat menangani insiden (kebakaran Kilang Balongan) ini hingga benar-benar aman," pungkas Agus. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓