CVR Black Box Ditemukan, Kapan Misteri Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Terungkap?

Oleh Athika Rahma pada 31 Mar 2021, 14:35 WIB
Diperbarui 31 Mar 2021, 14:35 WIB
Tim SAR Gabungan Temukan Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Perbesar
Kondisi Black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Black box yang terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR atau rekaman data penerbangan. (Liputan6.com/johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit dalam black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akhirnya ditemukan setelah lebih dari 2 bulan pencarian.

“Dapat disampaikan bahwa apa yang ditemukan itu (CVR) adalah suatu upaya untuk mendapatkan data yang lebih baik,” kata Budi Karya dalam keterangan pers di Terminal JICT II Jakarta seperti dikutip dari Antara, Rabu (31/3/2021).

Budi Karya mengatakan CVR itu sebelumnya terus diupayakan untuk ditemukan. Sebab, tanpa CVR, investigasi penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu tidak akan tuntas.

Menurut Menhub, dengan penemuan CVR maka dua bagian kotak hitam Sriwijaya Air SJ-182 itu sudah lengkap.

“KNKT telah mendapatkan banyak data dari penemuan Flight Data Recorder (FDR), tetapi akan lebih paripurna jika dilakukan penggabungan dengan apa yang terjadi di kokpit yaitu pembicaraan antara pilot dan co-pilot, itu yang melengkapi data dari FDR,” katanya.

Budi Karya menyampaikan, bahwa kabar penemuan ini sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi. Kemudian, Kemenhub juga akan menyerahkan CVR tersebut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera dilakukan investigasi lebih lanjut.

“Secara teknis kami sudah laporkan kepada Presiden, dan selanjutnya kami serahkan ke KNKT agar segera ditindaklanjuti. Harapan kami KNKT melakukan penelitian yang detail dan membagi informasi yang ditemukan dalam CVR ini,” katanya.

Turut mendampingi Menhub dalam pernyataan pers tersebut antara lain, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, Ditjen Perhubungan Laut Agus Purnomo, Ditjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena.

2 dari 4 halaman

Butuh Waktu 1 Pekan

Bersama Panglima TNI, Menhub Budi Karya Sampaikan Perkembangan Terakhir Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi memberikan keterangan kepada wartawan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2020). Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah ditemukan oleh pihak TNI AL. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) akan menindaklanjuti data dari VCR tersebut. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, proses transkrip data dari VCR diperkirakan selesai dalam kurun tiga hari atau satu pekan.

"VCR akan kita bawa ke lab, kita akan proses yang memerlukan waktu 3 hari sampai 1 minggu kita akan buat transkrip untuk dimatching dengan FDR apa yang terjadi dalam cockpit sehingga kita bisa analisa kenapa data FDR begini," ujar Soerjanto di JICT, Rabu (31/3/2021).

Soerjanto menerangkan pencarian selama ini kurang lebih selama 1,5 bulan mengandalkan penyelam dari tim gabungan TNI AL Basarnas dan sebagainya. Namun hasilnya nihil.

KNKT kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian CVR selama 1 minggu. Momen ini juga dijadikan sebagai bahan evaluasi metode pencaria.

Berdasarkan analisa tim, KNKT menggunakan kapal Drag Head Suction Hopper Dredger (DSHD) untuk mengangkat lumpur di titik lokasi keberadaan CVR. Area pembersihan lumpur seluas 90x90 meter. 

Soerjanto menuturkan, penggunaan kapal ini disebabkan tebalnya lumpur sehingga CVR mustahil ditemukan jika hanya mengandalkan tim penyelam.

"Area di situ banyak lumpurnya dengan kapal DSHD kami lakukan pencarian menggunakan penyedot lumpur. Jadi seperti vacum cleaner," kata Soerjanto di JICT, Rabu (31/3). 

3 dari 4 halaman

Tidak Jauh dari Lokasi Penemuan FDR

FOTO: Hari Keempat Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Perbesar
Pasukan Kopaska TNI AL mencari puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Bagian serpihan Sriwijaya Air SJ 182 sudah mulai ditemukan, dan tim gabungan pun telah mendeteksi keberadaan black box pesawat di lokasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Soerjanto menyebutkan, lokasi ditemukannya sejatinya tidak jauh dari titik Flight Data Recorder (FDR). 

Black box merupakan komponen penting pada badan pesawat untuk merekam perjalanan pesawat. Black box terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Voice Cockpit Recorder (VCR).

Untuk FDR SJ 182, ditemukan terlebih dahulu pada Selasa (12/1) atau tiga hari sejak pesawat dikonfirmasi jatuh di area Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Pesawat itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 6 kru aktif, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓