Kilang Balongan Terbakar, Pertamina Harus Lebih Besar Investasi di Sektor Keamanan

Oleh Liputan6.com pada 30 Mar 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 15:40 WIB
Kebakaran Hebat Kilang Pertamina Balongan
Perbesar
Langit malam bersinar dari api yang menghanguskan Kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Ratusan orang dievakuasi dari desa terdekat setelah kebakaran besar terjadi di kilang tersebut. (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu menjadi pelajaran penting bagi Pertamina dalam meningkatkan sektor keamanan, terutama bagi pengelolaan kilang perseroan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Pertamina perlu menggelontorkan investasi yang lebih banyak di sektor keamanan untuk mencegah kebakaran seperti di kilang minyak Balongan terulang kembali.

"Investasi tentu sangat perlu di sektor safety, karena kalau terjadi apa-apa seperti sekarang, dampak kerugiannya, materiilnya pasti jutaan dolar," ujar Mamit saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (30/3/2021).

Mamit melanjutkan, memang kerugiannya belum bisa diperkirakan. Namun jika dihitung, Pertamina tidak hanya kehilangan gasoline, tapi juga harus mengeluarkan uang untuk perbaikan dan pembangunan kembali kilang.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki sebab kebakaran kilang minyak Balongan. Ada beberapa spekulasi yang menyebutkan, kebakaran ini disebabkan oleh petir.

"Kalau sebabnya karena petir, sebenarnya Pertamina harusnya sudah menerapkan penangkal petir. Itu ada hitungannya, nanti bisa menyerap petir. Kalau memang karena petir, mungkin saja alatnya kemarin tidak berfungsi dengan baik atau bagaimana," ujarnya.

Lebih lanjut, Mamit berharap penyelidikan terhadap penyebab kebakaran kilang minyak Balongan ini bisa segera diselesaikan. Ketika penyebabnya sudah diketahui, maka Pertamina dapat berinvestasi di proyek keamanan kilang untuk mencegah kecelakaan yang sama terulang kembali.

"Ini jadi pelajaran, kita berharap supaya Pertamina lebih memperbaiki terkait perkilangan mereka terutama keamanannya. Apalagi Pertamina ini ada RDMP, GRM yang sangat penting. Saya dorong investigasi mendalam untuk memastikan penyebab kebakaran ini," kata Mamit.

6 Orang Korban Ledakan Kilang Balongan Dirujuk ke RSPP Jakarta

Kebakaran Kilang Balongan
Perbesar
Asap hitam membumbung yang berasal dari kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/03/2021). Kilang Balongan milik PT Pertamina di Indramayu terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

PT Pertamina (Persero) memastikan upaya penanganan terhadap warga terdampak insiden tangki T-301 di area Kilang Balongan mendapat layanan medis terbaik.

Saat ini, Pertamina membuka Posko Layanan Kesehatan bagi pengungsi terdampak insiden Kilang Balongan yang berlokasi di Gedung Olah Raga (GOR) dan Lapangan Fustal Bumi Patra Timmedis yang diterjunkan merupakan gabungan dari Medical RU VI Balongan, Rumah Sakit Pertamina Balongan, dan RSP Klayan Cirebon dengan pengaturan 1 dokter setiap shift dan 4 perawat bersiaga selama 24 jam. Turut disiagakan satu unit ambulans.

Dari keseluruhan warga yang terdampak, sebanyak 6 orang dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) untuk memperoleh perawatan lanjutan.

Saat ini, pasien sedang ditangani oleh dokter-dokter ahli terbaik di RSPP. Adapun untuk keluarga pasien, juga telah mendapatkan tempat khusus selama anggota keluarga dalam perawatan.

“Salah satu langkah yang paling utama adalah memastikan penanganan pasien dampak insiden berjalan dengan baik. RSPP merupakan RS Rujukan terbaik bagi luka bakar yang dimiliki Pertamina saat ini,” ujar Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Direktur RSPP, Dr Syamsul Bahri, menuturkan RSPP memiliki tim khusus untuk penanganan luka bakar yang akan melakukan penanganan medis berdasarkan SOP yang tepat.

Untuk memastikan penanganan media bagi warga lainnya, Tim RSPP juga telah berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan dua Rumah Sakit Pertamina di Cirebon dan Balongan.

“Kami akan mengupayakan perawatan terbaik untuk pasien dan mendapatkan penanganan yang tepat di masa-masa kritikal pada pascakejadian, agar tidak jatuh pada keparahan yang lebih lanjut, sebelum pasien dirujuk ke RSPP,” jelas Syamsul.

Pertamina Tanggung Pengobatan Korban Ledakan Kilang Minyak Balongan

Kilang Balongan Terbakar
Perbesar
Tangkapan kamera drone kebakaran hebat yang melanda kilang minyak Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Liputan6.com/ BPBD Indramayu)

Sebuah ledakan besar terjadi di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (29/3/2021) dini hari tadi. Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun, pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir.

Akibatnya kebakaran di Kilang Balongan, PT Pertamina (Persero) selaku pemilik Kilang Balongan harus menyiapkan tempat evakuasi dan pengungsian sementara bagi warga sekitar di GOR Perumahan Bumi Patra dan Pendomo, Kabupaten Indramayu.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, pihaknya juga akan menanggung biaya perawatan bagi warga di sekitar Kilang Balongan yang terkena dampak kebakaran akibat ledakan besar itu.

"Sementara warga masih tetap tinggal di pengungsian, dan yang luka karena kejadian ini kita rawat di Rumah Sakit Pertamina Balongan," kata Ifky kepada Liputan6.com, Senin (29/3/2021).

Saat ini, Pertamina masih tetap fokus untuk melakukan pemadaman api di Kilang Balongan. Namun demikian, Ifky mengutarakan, pihaknya belum bisa memberi estimasi waktu kapan proses pemadaman dapat diselesaikan.

"Kami belum bisa ke arah itu. Untuk sementara fokus bagaimana kita bisa cepat melakukan pemadaman, supaya api bisa segera kita atasi, dan kemudian tentunya operasi bisa segera normal kembali," ungkapnya.

Secara kerugian biaya dan materil akibat kebakaran di Kilang Balongan, dia juga belum bisa membeberkannya, Karana itu butuh perhitungan lebih lanjut.

"Belum bisa ya, karena ini kan kembali lagi kita masih fokus, dan perlu ada upaya lain untuk menyangkut nilai tersebut," ujar Ifky.  

Kilang Minyak Balongan Meledak dan Terbakar, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman

Kilang Balongan milik PT Pertamina di Indramayu terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. Kebakaran tepatnya terjadi pada tangki T-301G.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, saat ini tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran di Kilang Balongan.

Dia mengungkapkan, penyebab kebakaran di Kilang Balongan belum diketahui secara pasti.

"Namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dengan adanya insiden kebakaran di Kilang Balongan ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.

Saat ini tim HSSE Kilang Balongan tengah fokus melakukan pemadaman api di kilang yang berlokasi di Desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.  

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓