Geliatkan Ekonomi Labuan Bajo Lewat Agrowisata Kopi

Oleh Tira Santia pada 26 Mar 2021, 08:45 WIB
Diperbarui 26 Mar 2021, 08:45 WIB
Upaya Kementan untuk Dorong Pekebun Tingkatkan Kualitas Kopi
Perbesar
Petani Kopi.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor agrowisata kopi menjadi kebutuhan sangat mendesak agar dapat meningkatkan produktivitas olahan kopi, atraksi agrowisata, dan pengembangan desa wisata, yang berujung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami sedang mengembangkan desa agrowisata kopi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. BOPLBF bersinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi petani kopi, dan para pemangku kepentingan di sektor agrowisata untuk menciptakan sumber daya andal,” kata Shana melalui keterangan tertulis pada Jumat (26/3/2021).

Ia mengatakan, sinergitas itu dilakukan BOPLBF dengan mengadakan benchmarking ke sejumlah kota di Pulau Jawa, diantaranya Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah, dengan mengikutsertakan perwakilan pemerintah, yakni Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Asosiasi Petani Kopi Jahe Manggarai (APEKAM), Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang bertujuan meningkatkan kapasitas SDM di sektor agrowisata kopi.

Di Kota Magelang, lanjut Shana, para peserta berkunjung ke MesaStila Resort yang berlokasi di dalam kawasan kebun kopi seluas 22 hektare. MesaStila yang kini dikenal sebagai Kebun Kopi Karangrejo, beroperasi sejak tahun 1920, di mana pemiliknya saat itu adalah Gustav van Der Swaan, seorang Indonesia keturunan Belanda.

Di kebun kopi Karangrejo ditanami empat jenis kopi, yaitu Robusta, Arabika, Liberica /Excelsa, dan Jawa, yang dipanen setahun sekali. Selain Magelang, para peserta juga akan mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Jember (Jawa Timur).

“Kami melakukan benchmarking ke Magelang, Yogyakarta, Banyuwangi, dan Jember. Diharapkan kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan desa wisata, khususnya agrowisata kopi sehingga nantinya akan tercipta pengembangan produk olahan kopi dan atraksi dari agrowisatanya,” jelas Shana.

 

2 dari 3 halaman

Pengembangan Desa Wisata

Kementerian Perkebunan
Perbesar
Kopi masih dalam bentuk buah ceri.

Dikatakan, saat ini BOPLBF sedang mempersiapkan pengembangan desa wisata di segmentasi agrowisata kopi, di mana SDM yang ada dapat menjalankan fungsi koordinasi, pemasaran, promosi, dan pengaturan harga, dan penyediaan informasi.

“Operasionalnya, kami serahkan kepada masyarakat setempat,” kata Shana.

Ia berharap melalui program benchmarking, para peserta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan menerapkannya di desa wisata masing-masing.

“Kita sama-sama belajar, baik melalui pemaparan maupun diskusi. Kami berharap materi yang telah disajikan dapat menjadi ilmu pengetahuan yang berharga untuk diterapkan dalam mengembangkan agrowisata kopi di Labuan Bajo-Flores,” kata Shana.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓