Waduh, KNKT Ungkap Temuan di Bus Listrik yang Bikin Bahaya

Oleh Liputan6.com pada 18 Mar 2021, 11:41 WIB
Diperbarui 18 Mar 2021, 11:41 WIB
Bus listrik Higer yang akan digunakan Transjakarta
Perbesar
Bus listrik Higer yang akan digunakan Transjakarta

Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menemukan beberapa masalah dalam kenderaaan bus listrik di Tanah Air. Salah satunya adalah ruang penyimpanan baterai bus listrik yang keropos atau berkarat.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, penyimpanan ruang baterai itu umumnya harus tahan karat. Sebab jika ruang penyimpanan baterai mengalami karat akan menyebabkan aki jatuh.

"Maka itu saya sampaikan mereka sedang berusaha ruang baterai tidak mudah berkarat," jelasnya dalam diskusi Keselamatan Kelistrikan Mobil Bus, secara virtual, Kamis (18/3).

Dari hasil temuan KNKT, kendaraan bus listrik juga sering mengalami konsleting atau short circuit. Hal itu bisa terjadi karena isolasi kabel yang terbuka. Kemudian kabel yang digunakan tidak sesuai baik ukuran maupun jenisnya.

Permasalah lain juga terjadi karena penyambungan kabel dilakukan kurang tepat sehingga terjadi kebocoran arus listrik. Di samping itu, kabel atau peralatan listrik terkena air atau basah, kabel mengalami overheat akibat beban artus berlebih, dan kabel listrik sering terkena benda tajam.

"Masalah keselamatan transportasi ini umumnya adalah pariwisata yang bisa diandalkan, kalau pariwisata tidak dijamin gimana bisa mendatangkan pariwisata," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Kenalin, Bus Listrik Higer yang Mampu Tempuh 300 Km Sekali Isi Ulang Daya

Bus listrik Higer yang akan digunakan Transjakarta
Perbesar
Bus listrik Higer yang akan digunakan Transjakarta

Pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 tidak menyurutkan upaya penyediaan bus listrik sebagai kendaraan umum ramah lingkungan, mengingat keberadaannya yang dapat menekan emisi gas rumah kaca dan mengurangi kebutuhan konsumsi bahan bakar fosil.

PT Higer Maju Indonesia (HMI), Eksklusif Distributor dan Manufakturing untuk Produk Bus Higer di Indonesia, memperkenalkan bus listrik Higer dengan keunggulan utamanya yakni kapasitas baterai 385 kilo watt hours (kWh) yang menunjang daya jelajah hingga 300 kilometer dengan lama pengisian ulang baterai sekitar 3-4 jam.

“Bus listrik Higer hadir di Indonesia dan siap mendukung TransJakarta dalam pengadaan kendaraan umum ramah lingkungan. Bus listrik Higer sangat efisien dengan kapasitas baterai yang sangat besar dan jauh diatas kompetitor lainnya. Dengan kapasitas besar ini, maka dapat mencapai jarak tempuh lebih jauh, dengan pengisian daya baterai yang lebih singkat," jelas Direktur Utama PT Higer Maju Indonesia Antonius R Ismanto dalam acara peluncuran bus listrik Higer di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Walaupun baterai yang dimilikinya besar, berat kosong bus hanya 13 ton. Berat kosong ini sama dengan berat bus kompetitor lain yang kapasitas baterainya lebih kecil. Hal ini mendukung torsi bus listrik Higer lebih besar dari bus konvensional yang beredar di Indonesia, yakni menghasilkan tenaga 145 KW dengan torsi maksimal 3.300 Nm. Kapasitas bus listrik Higer mencapai 34 penumpang duduk.

Higer merupakan perusahaan bus asal China yang sudah melakukan ekspor Bus Higer ke lebih dari 100 negara di mancanegara seperti di Asia, Timur Tengah, Afrika, Rusia, Eropa Timur dan Amerika.

Bahkan pada 2015, Bus Higer China mendapatkan penghargaan ‘China Top Brand’ untuk kategori produk bebas inspeksi nasional. Higer Maju Indonesia ditunjuk untuk memberikan layanan purnajual baik dari segi servis dan component part.

Antonius menambahkan bus listrik Higer pun telah mengikuti pengujian oleh TransJakarta selama dua pekan terakhir, juga bus ini sudah lulus uji type ( SUT ) dari Menteri Perindustrian.

Bus listrik Higer sangat tepat untuk mendukung rencana pemerintah mempercepat pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang telah dituangkan melalui Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019. KBLBB yang digunakan boleh produk dari mana saja, sepanjang kualitas KBLBB benar-benar bagus, efisien dalam penggunaan baterai, mempunyai teknologi terkini, dan juga mengedepankan aspek keselamatan.

"Penyediaan bus listrik Higer di Indonesia ini sejalan dengan visi pemerintah untuk kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan yang bebas polusi gas buang atau Zero Emission dan bebas polusi suara karena bus listrik Higer berjalan dengan senyap," kata Antonius.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓