Kolaborasi KoinWorks dan Zaapko untuk Beri Kemudahan Akses Pembiayaan Inventaris Bisnis

Oleh stella maris pada 17 Mar 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 17 Mar 2021, 17:00 WIB
KoinWorks
Perbesar
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara KoinWorks yang diwakili oleh Dieter Werwath, VP of Business Development KoinWorks dengan Guruprasad Deshpande selaku Co-founder & COO Zaapko

Liputan6.com, Jakarta Saat ini pelaku bisnis di berbagai industri, seperti Otomotif, Peralatan & Mesin Berat, dan FMCG di Indonesia mendapat kemudahan untuk mengelola kebutuhan pembelian inventaris. Ya, kemudahan itu dihadirkan oleh KoinWorks setelah bekerja sama dengan platform e-commerce dibidang likuidasi inventaris B2B, Zaapko. 

VP of Business Development KoinWorks, Dieter Werwath menjelaskan bahwa kerja sama dengan Zaapko membuktikan komitmen KoinWorks, dalam memberikan kemudahan akses finansial terkait pembiayaan. Salah satunya pemenuhan pengadaan aset tidak bergerak dan inventaris bisnis yang seringkali membutuhkan biaya yang cukup besar dan memberatkan bagi para pelaku usaha. 

"Akses pembiayaan yang kami tawarkan melalui kolaborasi strategis bersama Zaapko ini juga menambah deretan mitra profesional terbaik yang memiliki visi dan misi yang sama dengan KoinWorks, yaitu untuk memberikan solusi keuangan bisnis terjangkau dan terpercaya, guna majunya perekonomian Indonesia," jelas Dieter. 

Lalu bagaimana dengan skema pembiayaan melalui Zaapko? Pada dasarnya skemanya serupa dengan KoinWorks, yaitu P2P lending atau di mana pembiayaan dilakukan melalui skema cicilan, invoice financing dan buyer financing. 

 

2 dari 2 halaman

Solusi Penghematan Kas

Penerimaan pasar terkait kerja sama ini sangat positif. KoinWorks tercatat menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan solusi pembiayaan inventaris yang berasal dari sektor alat berat melalui platform Zaapko.

Apalagi saat ini melihat bahwa di lanskap bisnis B2B, tak sedikit perusahaan di Indonesia yang surplus dan kelebihan inventaris. Dengan kehadiran Zaapko di Indonesia, bukan sekadar berperan sebagai market aggregator bagi perusahaan pembeli maupun penjual. 

"Tetapi juga bagaimana kami menyertakan mitra keuangan seperti KoinWorks untuk menjadi bagian dari ekosistem bisnis kami. Apalagi di tengah masa-masa sulit akibat pandemi, penghematan kas menjadi hal yang tidak dapat dinegosiasikan, sehingga perusahaan cenderung memilih untuk melakukan pemeriksaan pada tingkat inventaris mereka dan mencoba melikuidasi inventaris yang berlebih untuk pengelolaan modal kerja yang lebih sehat," jelas Guruprasad Deshpande selaku Co-founder & COO Zaapko. 

Dengan demikian, lanjut Guruprasad, pemberian bantuan akses keuangan bagi pelanggan yang kelebihan inventaris, melalui KoinWorks, tak hanya membantu merencanakan arus kas lebih awal. Tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap perbaikan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

Untuk informasi, KoinWorks melalui KoinP2P menjalin kerja sama penyaluran pembiayaan kepada para pelaku bisnis baik merchant atau online seller ataupun perusahaan skala menegah hingga besar, dari puluhan e-commerce B2C dan B2B di Indonesia. 

KoinWorks memanfaatkan sistem credit scoring yang mengombinasikan antara proses penilaian kredit perbankan tradisional dengan data digital footprint dari setiap calon borrowers dari seller e-commerce, untuk menghasilkan penilaian kredit yang sesuai serta menjaga kualitas pinjaman untuk didanai oleh ratusan ribu pendana retail dan institusi. 

Dalam hal ini, misi KoinWorks jelas bahwa memberikan akses layanan finansial kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama para pelaku bisnis UKM guna terciptanya inklusi keuangan di Indonesia.

 

(Adv)

 

Lanjutkan Membaca ↓