Tips Aman Mudik Lebaran 2021 Pakai Mobil Pribadi dari Ketua KNKT

Oleh Liputan6.com pada 17 Mar 2021, 13:40 WIB
Diperbarui 17 Mar 2021, 13:40 WIB
KNKT Angkat Bicara soal Isi CVR Lion Air PK-LQP
Perbesar
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (tengah) memberi keterangan, Kamis (21/3/2020). Pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2021. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahtono membagikan dua tips agar perjalanan Mudik Lebaran 2021 berjalan aman bagi pengguna mobil pribadi. Tips ini cukup teknis sehingga perlu diperhatikan benar oleh pemudik. 

Tips pertama agar perjalanan Mudik Lebaran 2021 dengan mobil pribadi aman adalah memastikan tekanan ban dalam kondisi ideal. "Tugas saya bertanggung jawab masalah keselamatan. Nah, kami mengimbau kepada kendaraan pribadi terutama yang mudik jauh-jauh cek lah tekanan ban," ungkapnya dalam acara Dialog Publik "YUK SELAMAT BERSAMA", Rabu (17/3/2021).

Dia menjelaskan, tekanan ban yang ideal akan mempengaruhi keselamatan perjalanan. Mengingat, jika tekanan ban mobil kurang maka bisa membuat kendaraan mudah mengalami slip di musim penghujan.

"Sementara kalau nggak hujan atau panas, ban bisa pecah. Nah ini tolong, untuk sebelum mudik tolong periksalah tekanan bannya," imbuhnya.

Tips kedua agar Mudik Lebaran 2021 berjalan aman adalah tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan saat kondisi mengantuk. Para pemudik dianjurkan untuk segera beristirahat di sela-sela perjalanan mudik. "Apalagi kalau pas puasa," terangnya.

Oleh karena itu, KNKT meminta kepada sesama pemudik pada masa Mudik Lebaran 2021 untuk aktif mengingatkan agar tak segan untuk beristirahat jika mengantuk. "Jadi, semua yang naik mobil itu harus saling mengingatkan untuk lebih sering beristirahat," tandasnya.

 

2 dari 3 halaman

Hore, Tahun Ini Boleh Mudik Lebaran

FOTO: Ada Larangan Mudik, Jalan Tol Dibatasi Mulai 24 April 2020
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski demikian, tingkat penyebarannya mulai terkendali akibat masifnya program vaksinasi Covid-19. Atas dasar itu, pada tahun ini, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran. Maklum, kurang dari satu bulan sudah memasuki bulan Ramadan.

"Untuk mudik 2021, pada prinsipnya pemerintah melalui Kemenhub tidak melarang. Kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas (Covid-19) bahwa mekanisme mudik itu kita atur bersama dengan pengetatan dan tracing terhadap mereka yang mudik," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (16/3/2021).

Menhub melanjutkan, menjelang mudik, dipastikan jumlah angkutan yang melintas mengalami lonjakan. Khusus untuk tahun ini, ada beberapa faktor yang mendasari prediksi tersebut.

Seperti, hadirnya vaksin yang meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian. Kemudian, tes GeNose yang dipasang di stasiun kereta api dengan harga murah juga membuat masyarakat ingin melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, relaksasi pajak PPnBm 0 persen juga turut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli mobil.

"Oleh karena itu protokol kesehatan harus terus ditegakkan. Kita juga antisipasi terhadap bencana alam dan kondisi cuaca," ujar Menhub.

"Kemenhub sebagai koordinator nasional angkutan mudik lebaran berharap, mudik akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, saya minta dukungan Bapak dan Ibu Komisi V agar mudik dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓