3 Tips Biar Perjalanan Wisata Pakai Bus Aman Ala Bos KNKT

Oleh Liputan6.com pada 17 Mar 2021, 12:20 WIB
Diperbarui 17 Mar 2021, 12:20 WIB
Lebaran Hari Kedua, Bus Tingkat Wisata Ramai
Perbesar
Warga berada di dalam bus tingkat wisata keliling Ibu Kota di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (16/6). Libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Jakarta untuk berlibur ketempat wisata bersama keluarga. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahtono memberikan tiga tips untuk mewujudkan perjalanan berwisata aman dengan moda angkutan bus. Pertama, jangan mudah tergiur dengan penawaran harga sewa miring.

"Tapi gini kita ngambil satu filosofi sedikit, jadi kalau bis bis kita mau berwisata lihat jangan harganya (murah)," ungkap dia dalam acara Dialog Publik "YUK SELAMAT BERSAMA", Rabu (17/3).

Kedua, pastikan kondisi bus yang akan digunakan dalam kondisi laik jalan. Mengingat, kata Bos KNKT ini, bus dalam kondisi laik jalan akan mempengaruhi kualitas kenyamanan dalam perjalanan.

"Jadi, kalau kita mau berwisata liat jangan harganya. Tapi laik nggak kondisi bisnya," ungkap dia.

Terakhir, pilih sopir yang mempunyai kesehatan prima. Sebab, pengemudi memegang peranan penting untuk keselamatan perjalanan berwisata.

"Karena banyak kecelakaan disebabkan oleh pengemudinya kelelahan," tegas dia menekankan.

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Tekan Kecelakaan, Pengelola Wisata Diminta Sediakan Tempat Tidur bagi Sopir Bus

Serunya Keliling Kota Shenzhen dengan Bus Wisata
Perbesar
Seorang pria mengambil foto di dalam sebuah bus wisata di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan (22/10/2020). Shenzhen pada Kamis (22/10) meluncurkan tiga jalur bus wisata bagi wisatawan, yang masing-masing menampilkan budaya, teknologi, dan pemandangan malam kota tersebut. (Xinhua/Mao Siqian)

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahtono meminta pemerintah daerah, agen travel, manajemen hotel, hingga pengelola tempat wisata untuk berkolaborasi dalam menyediakan tempat istirahat yang nyaman bagi pengemudi bus. Mengingat pengemudi memegang peranan penting untuk keselamatan perjalanan.

"Kita mengimbau hotel-hotel atau tempat wisata untuk menyediakan tempat istirahat pengemudi, biar pengemudi ini bisa istirahat. Karena besoknya akan membawa keselamatan kita bersama. Kita imbau untuk bisa berdiskusi atau berkolaborasi dengan pemerintah setempat, hotel, dan tempat wisata untuk bisa menyediakan tempat istirahat pengemudi," terangnya dalam acara Dialog Publik "YUK SELAMAT BERSAMA", Rabu (17/3).

Dia bilang, saat ini kesadaran untuk memberikan fasilitas tempat tidur yang nyaman bagi pengemudi bus masih rendah. Fenomena memprihatinkan ini sangat mudah ditemui dalam berbagai kegiatan berwisata jarak jauh.

"Kalau kita berwisata ke Jogja sampai di Jogja kita nginep di hotel di drop oleh bisnya di hotel. Terus (pengemudi) bis nya ke mana tidurnya?. Ke alun-alun terus tidurnya di bagasi bis," bebernya.

Padahal, menurut Bos KNKT ini, tempat tidur yang tidak layak tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pengemudi bus sendiri. Sehingga akan berisiko fatal untuk keselamatan perjalanan.

"Nah ini kita coba sama-sama fikir bagaimana kualitas tidur pengemudi?. Kita semua harus bertanggung jawab, harus ikut berpartisipasi menunjang kelayakan pengemudi," kerasnya.

Oleh karena itu, dia mendorong adanya kepedulian bersama untuk memberikan fasilitas tempat istirahat yang nyaman bagi pengemudi bus. "Jadi, kita coba untuk pengelola travel agen dan segala macem untuk take care lah dimana masalah pengemudi ini bisa istirahat," ucap dia menekankan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓