Tekan Kecelakaan, Pengelola Wisata Diminta Sediakan Tempat Tidur bagi Sopir Bus

Oleh Liputan6.com pada 17 Mar 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 17 Mar 2021, 12:00 WIB
FOTO: Jelang Natal dan Tahun Baru, Petugas Dishub Inspeksi Keselamatan bus di Terminal Kalideres
Perbesar
Petugas Dinas Perhubungan mengecek setir sopir saat menginspeksi keselamatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Inspeksi dilakukan untuk memastikan bus AKAP layak jalan untuk mengantar para pemudik jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahtono meminta pemerintah daerah, agen travel, manajemen hotel, hingga pengelola tempat wisata untuk berkolaborasi dalam menyediakan tempat istirahat yang nyaman bagi pengemudi bus. Mengingat pengemudi memegang peranan penting untuk keselamatan perjalanan.

"Kita mengimbau hotel-hotel atau tempat wisata untuk menyediakan tempat istirahat pengemudi, biar pengemudi ini bisa istirahat. Karena besoknya akan membawa keselamatan kita bersama. Kita imbau untuk bisa berdiskusi atau berkolaborasi dengan pemerintah setempat, hotel, dan tempat wisata untuk bisa menyediakan tempat istirahat pengemudi," terangnya dalam acara Dialog Publik "YUK SELAMAT BERSAMA", Rabu (17/3).

Dia bilang, saat ini kesadaran untuk memberikan fasilitas tempat tidur yang nyaman bagi pengemudi bus masih rendah. Fenomena memprihatinkan ini sangat mudah ditemui dalam berbagai kegiatan berwisata jarak jauh.

"Kalau kita berwisata ke Jogja sampai di Jogja kita nginep di hotel di drop oleh bisnya di hotel. Terus (pengemudi) bis nya ke mana tidurnya?. Ke alun-alun terus tidurnya di bagasi bis," bebernya.

Padahal, menurut Bos KNKT ini, tempat tidur yang tidak layak tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pengemudi bus sendiri. Sehingga akan berisiko fatal untuk keselamatan perjalanan.

"Nah ini kita coba sama-sama fikir bagaimana kualitas tidur pengemudi?. Kita semua harus bertanggung jawab, harus ikut berpartisipasi menunjang kelayakan pengemudi," kerasnya.

Oleh karena itu, dia mendorong adanya kepedulian bersama untuk memberikan fasilitas tempat istirahat yang nyaman bagi pengemudi bus.

"Jadi, kita coba untuk pengelola travel agen dan segala macem untuk take care lah dimana masalah pengemudi ini bisa istirahat," ucap dia menekankan.

2 dari 3 halaman

Sopir Bus Maut Serdang Bedagai Sumut Serahkan Diri

Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Sumedang
Perbesar
Tim penyelamat mengevakuasi korban kecelakaan bus yang jatuh ke jurang di Kecamatan Wado, di Sumedang, Jawa Barat (10/3/2021). Korban meninggal dunia kecelakaan maut bus pariwisata masuk jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bertambah menjadi 27 orang. (AFP/Bagus Ahmad)

Sopir bus penumpang CV Intra kabur usai tabrakan dengan mobil Toyota Avanza di Tebing Tinggi jalur Medan-Pematang Siantar. Kecelakaan maut pada Minggu, 21 Februari 2021, merenggut 9 korban jiwa.

Kabar terbaru, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, sopir bus CV Intra yang sempat kabur saat kecelakaan kini telah menyerahkan diri.

"Informasi kita terima, sopir yang sempat kabur sudah menyerahkan diri ke Polres Simalungun," kata Valentino, Selasa (23/2/2021).

Diterangkannya, sopir bus penumpang tersebut menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Senin, 22 Februari 2021. Namun begitu, Valentino belum bisa merinci identitas sopir tersebut. Begitu juga soal adanya dugaan kelalaian dari sopir.

"Masih diselidiki, ya. Prosesnya tim dari saya juga sudah membuat laporan resmi. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓