Harga Cabai di Bandung setara Daging Sapi, Sentuh Rp 120 Ribu per Kg

Oleh Arie Nugraha pada 15 Mar 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 15 Mar 2021, 15:09 WIB
Awal Ramadan, Harga Cabai Mulai Meroket
Perbesar
Permintaan yang banyak untuk cabai di awal ramadan membuat harga cabai mengalami kenaikan, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (19/6/2015). Harga Cabai Rawit naik dari harga Rp16 ribu menjadi Rp20 ribu/kg. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebutkan sejumlah harga jual komoditas merangkak naik satu bulan menjelang bulan Ramadan. Kenaikan harga komoditas yang naik signifikan yaitu jenis cabai rawit, cabai merah tanjung dan cabai merah keriting.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah menjelaskan, harga jual cabai rawit kini hampir setara dengan harga jual daging sapi yaitu dijual Rp 110 ribu - Rp 120 ribu per kilogram. Sementara harga cabai merah tanjung dijual Rp 55 ribu per kilogram dan cabai merah keriting dijual Rp 57.500 per kilogram.

“Yang pertama adalah cuaca gitu ya yang memang musim penghujan sehingga menyebabkan gagal panen dan juga ada serangan hama di daerah produsen. Nah yang kedua adalah adanya telat menanam sehingga efeknya adalah telat panen. Nah ini diperkirakan panen di daerah produsen cabai ini di akhir Maret atau awal April dari panen raya,” ujar Elly kepada Liputan6.com, Bandung, Senin, (15/3/2021).

Elly berharap dengan adanya perkiraan masa panen raya cabai mendatang, dapat menurunkan harga jual sebelum bulan Ramadan. Selain harga cabai, Elly menambahkan terdapat pula kenaikan harga jual untuk komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras, gula pasir serta minyak goreng curah.

Elly merinci untuk harga eceran tertinggi (het) telur ayam ras Rp24 ribu naik menjadi Rp24.400 per kilogram. Sementara het daging ayam ras Rp35 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram.

“Untuk gula pasir, het Rp12.500 dijual dipasaran menjadi Rp13.250 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah het Rp11 ribu menjadi Rp13 ribu,” kata Elly.

Elly menyebutkan diketahuinya adanya kenaikan harga komoditas, berdasarkan survei yang dilakukan oleh otoritasnya pada Jumat pekan lalu dari delapan pasar tradisional di Kota Bandung. Antara lain seperti di Pasar Sederhana, Kosambi, Pasar Baru, Ancol, Palasari, Cihapit dan Pasar Ujungberung.

Elly mengaku meski terjadi kenaikan harga jual komoditas di pasar tradisional, namun secara umum ketersediaannya menjelang bulan Ramadan dianggap tersedia. Berdasarkan data yang diperoleh Disdagin Kota Bandung dari Bulog, pengusaha ritel serta penyalur komoditas.

2 dari 3 halaman

Harga Cabai dan Bawang Melejit saat Ramadan, Mendag Lutfi Siap Disalahkan

FOTO: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 120 Ribu per Kg
Perbesar
Pedagang merapikan cabai rawit merah yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/3/2021). Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat harga cabai rawit merah saat ini di pasaran berkisar Rp120.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (MendagMuhammad Lutfi menyoroti harga cabai rawit dan bawang merah yang terus melambung beberapa waktu terakhir. Terutama jelang memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri 2021 mendatang.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan perlu menjaga sisi suplai agar harga kedua komoditas tersebut terkendali. Namun, Mendag Lutfi sudah siap pasang badan jika harga cabai rawit dan bawang merah nantinya tidak sesuai perkiraan.

"Jadi ini dua waktu penting yang harus kita jaga. Karena ketika harga naik, Kementerian Perdagangan dalam hal ini Menteri Perdagangan yang salah, ketika harga turun Menteri Perdagangan yang salah. Jadi ini semua adalah tanggung jawab Kementerian Perdagangan," ucapnya saat menutup Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Mendag Lutfi mengatakan, komoditas seperti cabai dan bawang memang tidak bisa dihindari fluktuasi harganya. Sebab keduanya merupakan barang yang memang habis dimakan waktu.

"Memang ini tak bisa kita lawan. Cabai 6 bulan naik salah kita, ketika panen 6 bulan (harga turun) salah kita," ujar dia.

Beras jadi komoditas yang juga tak luput dari pantauannya. Meski produksinya saat ini sedang naik berkat musim panen, namun Mendag Lutfi tetap berjaga-jaga agar supply side di kemudian hari tidak kurang.

"Karena ketika ada apa-apa untuk masalah bahan pokok seperti beras, gula, ini hal yang sensitif terhadap kemaslahatan orang banyak. Jadi suplai side-nya jadi hal yang selalu kita pentingkan," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓