5 Tips Bertahan di Tengah Pandemi bagi Pelaku Usaha Kecil

Oleh Liputan6.com pada 04 Apr 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2021, 06:00 WIB
UMKM Konveksi yang Mampu Bertahan di Desa Curug
Perbesar
Aktivitas sebuah usaha konveksi milik Enca saat menyelesaikan produksi baju di Desa Curug, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021). Awal pandemi covid-19, bisnis konveksi terbantu dengan pemesan pakaian APD dan masker yang selanjutnya berkembang dengan penjualan melalui daring. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat sejumlah perusahaan besar merugi. Pihak lain yang tidak kalah terpukul adalah pemilik usaha kecil dan menengah (UKM).

Dilansir dari Stuff pada Minggu (4/4/2021), kondisi serupa juga terjadi di Selandia Baru. Turis dan pelajar internasional umumnya menghabiskan sekitar NZ$ 10-15 miliar per tahun di berbagai industri dan bisnis lokal yang umumnya juga berskala kecil dan menengah.

Namun, selama 12 bulan terakhir adanya pandemi, turis dan pelajar internasional telah menghilang serta rantai pasokan telah terganggu dan memengaruhi mobilitas bisnis yang mengimpor barang sementara beberapa bisnis ekspor harus beradaptasi untuk fokus pada pasar domestik terlebih dahulu.

Ini merupakan tantangan baru bagi setiap pelaku usaha kecil untuk menyesuaikan diri dan bertahan di lingkungan operasi yang sangat berbeda.

Jadi, bagaimana bisnis kecil dapat tetap bertahan dan kembali berkembang terutama di 2021 ini?

Meskipun tidak ada jawaban yang pasti, berikut adalah 5 tips yang diharapkan dapat membantu Anda sebagai pelaku usaha.

1. Temukan Cara untuk Mendigitalkan Bisnis Anda

Menjadi 'digital' sebenarnya memiliki arti yang berbeda untuk setiap bisnis. Digital bagi sebagian bisnis mungkin berarti membangun situs web yang mudah dijangkau oleh pelanggan dalam membeli produk Anda secara online. Bagi sebagian yang lain, digital mungkin berarti menggunakan perangkat lunak berbasis cloud untuk mengotomatiskan tugas.

Jelajahi apa arti 'online' yang tepat bagi bisnis Anda dan jika Anda belum melakukannya, tanyakan pada diri Anda mengapa dan bagaimana cara memulainya.

Hal ini menjadi penting karena peluang untuk berhasil akan jadi lebih besar ketika pebisnis mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku dan keinginan pelanggan, baik itu pemesanan berbasis online, pengiriman gratis dan cepat, atau opsi pembayaran digital yang lebih bervariasi.

2. Manfaatkan Bakat Tersembunyi dari karyawan Anda

Ada banyak cerita tentang pemilik bisnis yang berhasil memanfaatkan bakat dan minat karyawan mereka dengan cara yang baru. Contohnya memaksimalkan potensi karyawan yang memahami media sosial dan pemasaran.

Gunakan pengetahuan mereka untuk keuntungan bisnis Anda dan terus pasarkan produk atau layanan Anda untuk menjangkau pelanggan baru, bukan hanya pelanggan lokal yang sudah ada karena pemasaran media sosial yang baik adalah emas.

Anda juga dapat menggunakan media sosial sebagai wadah untuk lebih terhubung dengan pelanggan, misalnya mendengar langsung bagaimana tanggapan mereka terhadap produk yang baru dirilis.

3. Kolaborasi adalah kunci

Jelajahi kemungkinan bermitra dengan bisnis lokal lain untuk membuat penawaran produk baru dan menarik pelanggan untuk mencoba produk atau layanan baru yang tidak dapat mereka tolak.

Mencontoh dari Selandia Baru, ada penata rambut yang sampai berkolaborasi dengan bar lokal untuk menawarkan minuman saat pelanggan duduk di kursi dan bisnis dengan jaringan distribusi bekerja sama dengan pemasok makanan untuk memenuhi target pengiriman berskala nasional maupun internasional.

2 dari 3 halaman

4. Kesehatan dan Keselamatan Jadi yang Terpenting

Gambar Ilustrasi Wanita Menggunakan Hand Sanitizer
Perbesar
Sumber: Freepik

Dalam lingkungan saat ini, pengunjung bisnis Anda ingin merasa yakin bahwa Anda memperhatikan kesehatan mereka dengan serius, terutama jika Anda berada di industri yang berkaitan dengan pariwisata dan perhotelan.

Hal ini berarti penting untuk memastikan bahwa tindakan kesehatan dan keselamatan yang Anda lakukan sangat terlihat. Jaga agar pembersih tangan tetap penuh dan diposisikan secara mencolok.

5. Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Tim Deane selaku Executive General Manager - Business Banking di Bank ASB menuturkan bahwa terdapat pola perilaku baru dari pelanggan dalam menentukan bagaimana uangnya akan dihabiskan. Mereka yang tidak memiliki masalah dengan pengeluaran untuk liburan ke luar negeri mungkin tetap ragu untuk menghabiskan jumlah yang sama untuk pengalaman pariwisata domestik karena menganggap nilai pengalaman keduanya tidak setara. 

Sekarang adalah tugas Anda untuk menantang diri sendiri untuk berpikir apakah harga yang ditetapkan untuk pembeli setara dengan apa yang didapatkan dari produk atau layanan Anda.

Selain itu, penting memahami kebutuhan untuk terus berkembang dan berinovasi dalam beroperasi. Luangkan waktu juga untuk berpikir apa strategi yang akan Anda terapkan ketika kondisi semakin membaik di masa yang akan datang.

 

Reporter: Priscilla Dewi Kirana

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓