Sebentar Lagi, Mobil Listrik Bisa Isi Baterai di Rest Area KM 389 B Tol Batang-Semarang

Oleh Andina Librianty pada 08 Mar 2021, 16:50 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 16:50 WIB
2025, Pemerintah Kejar Target 10 Ribu SPKLU
Perbesar
Petugas saat melayani pengisian daya listrik ke kendraan di SPKLU di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (9/11/2020). Pemerintah mendorong peningkatan ketersediaan SPKLU hingga 2025 ditargetkan terbangun 3.465 unit SPKLU dan lima tahun kemudian menjadi 7.146 unit SPKLU. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasamarga Related Business (JMRB) menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area yang dikelolanya.

Hal ini merupakan bagian dari upaya transformasi di Jasa Marga Group, dan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)

Saat ini, total ada empat SPKLU yang terdapat di rest area yang dikelola oleh PT JMRB, yakni di Rest Area KM 207 A Ruas Palikanci, Rest Area KM 379 A Ruas Batang-Semarang, serta Rest Area KM 519 A dan KM 519 B Ruas Solo-Ngawi.

Direktur Bisnis Komersial PT JMRB, Imad Zaky Mubarak, mengatakan akan terus menambah jumlah SPKLU di rest area yang dikelola oleh PT JMRB atau oleh kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dalam waktu dekat, Zaky mengungkapkan, SPKLU akan hadir di Rest Area KM 389 B Ruas Batang-Semarang.

"Penyediaan SPKLU di rest area bertujuan untuk menyiapkan sarana guna mendukung implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan," jelas Zaky dalam keterangannya pada Senin (8/3/2021).

Zaky juga menambahkan, untuk merealisasikan SPKLU yang rencananya akan tersebar di seluruh rest area yang dikelola oleh PT JMRB, pihaknya bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur dan sarana SPKLU.

"Kami terus berkoordinasi dengan PLN untuk menghadirkan SPKLU di rest area yang kami kelola di seluruh Indonesia. Dengan begitu, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk memiliki kendaraan berbasis listrik," tambahnya.

Tersedianya SPKLU di rest area merupakan komitmen PT JMRB untuk memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, terutama pengguna kendaraan listrik. Sebelumnya, PT JMRB juga telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran di rest area, sehingga memungkinkan pengunjung untuk melakukan transaksi non-tunai.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

PLN akan Bangun 2400 Titik SPKLU untuk Mobil Listrik Hingga 2025

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Surabaya. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Mobil listrik bukan saja bicara produk, tetapi juga ekosistem. Untuk menunjangnya, PLN menargertkan hingga 2025 akan membangun 2400 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan, pemerintah Indonesia sangat serius dalam mendorong implementasi kebijakan kendaraan listrik.

"Kebijakan ini diharapkan akan menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi," ujar Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (18/12/2020).

Senada dengan Menko Marves, Menteri ESDM Arifin Tasrif menekankan pentingnya kerjasama semua pihak untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Dasar pemikiran Program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM, yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia akibat impor BBM," Arifin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Baru 20 unit SPKLU

Pertamina Siapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
Perbesar
Petugas menunjukkan mesin Stasiun SPKLU di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). PT Pertamina (Persero) telah melakukan softlaunching SPKLU komersial di Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Arifin menambahkan, diperlukan penggunaan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan dan gas, yang digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penyedia listrik bagi KBLBB. Sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca nasional.

Pada kesempatan ini Kementerian ESDM juga menyampaikan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik, dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 ribu titik sampai dengan tahun 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB.

"Melalui public launching ini PLN siap mendukung era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan PLN memastikan penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Saat ini, PLN sudah mengoperasikan total 20 unit SPKLU PLN dan 2 unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra. Dalam pengembangan SPKLU PLN juga meluncurkan platform digital charge.in yang diharapkan menjadi platform tunggal untuk seluruh SPKLU di Indonesia. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman