Jika Pandemi Usai, Menko Luhut Prediksi Ekonomi Digital Indonesia Tetap Tumbuh Pesat

Oleh Liputan6.com pada 08 Mar 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 16:00 WIB
Menko Luhut Dorong BUMN dan Swasta Kompak Genjot Ekonomi Banyuwangi
Perbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Rabu (29/7/2020).

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menduduki peringkat pertama dalam perkembangan ekonomi digital berdasarkan nilai ekosistem yang dibangun selama pandemi Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Global Startup Ecosystem Report 2020.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yakin, perkembangan sektor ekonomi digital ini akan terus berlanjut meskipun pandemi Covid-19 usai. Sebab perubahan gaya hidup ini akan terus berlanjut.

"Transformasi ke ekonomi digital akan terus berjalan karena (perubahan) gaya hidup masyarakat sudah jadi kebiasaan," kata Luhut dalam Webinar Belajar Digital Bareng BukaLapak dan Microsoft, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Untuk itu penting bagi pemerintah dan semua pihak membantu pelaku UMKM agar tidak tertinggal di era 4.0. "Keadilan UMKM ini harus didukung agar tidak tertinggal di era 4.0," kata dia.

Luhut berharap kerja sama dengan Microsoft dan BukaLapak saat ini bisa meningkatkan pelaku bisnis nasional. Sehingga pada akhirnya bisa mendorong perekonomian nasional tumbuh dengan cepat.

"Kita bisa bekerja sama untuk dorong perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Nilai Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia Nomor 1 di Dunia

FOTO: Pengembangan Sistem Digital Perbankan di Tahun 2021
Perbesar
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang digital Bank BNI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mampu mencapai USD 124 miliar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Nilai ekosistem ekonomi digital di Indonesia mencapai USD 26,3 miliar atau Rp 377,87 triliun. Sedangkan untuk nilai pendanaan tahap awal sebesar USD 849,5 juta atau Rp 1,21 triliun.

Pencapaian tersebut membawa Indonesia menjadi nomor 1 dalam Global Startup Ecosystem Report tahun 2020.

"Berdasarkan Global Startup Ecosystem Report tahun 2020 Indonesia menempati posisi 1 berdasarkan nilai ekosistemnya," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Webinar Belajar Digital Bareng BukaLapak dan Microsoft, Jakarta, Senin (8/3).

Selain itu, dalam kategori lainnya, Indonesia menempati urutan ke-2 dari top 100 emerging ecosystem. Luhut menyebut dua pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak termasuk pemerintah dan perusahaan swasta.

"Swasta yang berperan terkait bisnis produk dan pemerintah memberikan infrastruktur dan berbagai insentif yang mengundang para investor masuk ke Indonesia," tutur Luhut.

Kolaborasi dan hubungan harmonis antara pemerintah dan swasta ini membuat Indonesia menempati posisi tersebut. Maka, pemerintah berkomitmen akan tetap menjaga hubungan baik yang telah terjalin dan mendorong kolaborasi kepada semua pihak. Mulai dari business to business, business to government maupun business to company.

"Semua peran pemerintah akan mendorong demi perkembangan sektor ekonomi digital dalam negeri," ungkap Luhut.

Kolaborasi ini diharapkan bisa menciptakan efek domino yang positif bagi masyarakat. Sehingga bisa memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat di era digital.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓