Top, 3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik

Oleh Andina Librianty pada 02 Mar 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 15:00 WIB
Terminal 3 Bandara Soetta Siap Melayani Penerbangan Internasional
Perbesar
Pemandangan pesawat Garuda Indonesia yang bisa dilihat dari bourding lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (24/04). Terminal ini mampu 25 juta calon penumpang per tahun. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Airport Council International (ACI) pada Senin 1 Maret 2021 mengumumkan nama-nama bandara di dunia yang paling baik dalam menjalankan program untuk memperkuat aspek higienis guna pencegahan COVID-19.

Bandara terbaik tersebut meraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region. Khusus untuk kawasan Asia Pasifik, terdapat 7 bandara yang meraih penghargaan ini di mana 3 bandara ada di Indonesia, 3 bandara di India dan 1 bandara di China. 

Adapun ketiga bandara di Indonesia yang dinobatkan sebagai peraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific) itu seluruhnya adalah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero), yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Depati Amir (Pangkalpinang).

Penghargaan Best Hygiene Measures by Region sendiri merupakan kategori baru dari Airport Service Quality (ASQ) Awards 2020, di mana pada kategori ini yang diukur adalah efektivitas dari program keselamatan & higienis, kejelasan rambu dan instruksi terkait program keselamatan dan higienis, kemampuan staf bandara dalam mengaplikasikan program keselamatan dan higienis. 

Selain itu juga diukur terkait tingkat kepercayaan traveler terkait program keselamatan dan higienis, serta tingkat tekanan berdasar pengalaman. 

“Penghargaan ini memberikan bandara suatu metode andal untuk mengukur respons pelanggan terhadap tindakan [protokol] kesehatan dan mengakui keberhasilan bandara dalam merespons fokus [pelanggan] terhadap aspek higienis,” jelas ACI dalam keterangan tertulis pada 1 Maret 2021.

“Di tengah tahun yang sulit dan penuh tantangan ini, pelanggan Anda telah mengutarakan pendapat dan mengakui kesuksesan tim Anda dalam mewujudkan customer experience yang luar biasa pada situasi menantang," kata Director General ACI World Luis Felipe de Oliveira dalam suratnya kepada Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin.

Sementara itu, Muhammad Awaluddin mengatakan pencapaian 3 bandara ini merupakan keberhasilan seluruh stakeholder dalam menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan.

“Prestasi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Depati Amir bukan hanya keberhasilan semata AP II, tetapi juga seluruh stakeholder antara lain Otoritas Bandara Kemenhub, maskapai, KKP Kemenkes, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Karantina, TNI/Polri, pihak ground handling, dan juga Satgas Udara Penanganan COVID-19 yang sangat menjaga berjalannya protokol kesehatan,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Operasional Bandara

otban
Perbesar
Pemeriksaan calon penumpang di Bandara Soetta, Kamis (7/5/2020). (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Muhammad Awaluddin menambahkan bandara yang memiliki peran paling vital di tengah pandemi COVID-19 adalah Bandara Soekarno-Hatta dan stakeholder mampu menjaga operasional bandara dengan baik. 

“Kami berterima kasih atas kerja keras, kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder sehingga Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi ini dapat menerapkan protokol kebersihan terbaik di Asia Pasifik guna pencegahan COVID-19, sehingga dapat tetap mempertahankan konektivitas penerbangan internasional dan menjalankan peran sebagai bandara jangkar rute domestik di Indonesia,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Director of Operation PT Angksasa Pura II Muhamad Wasid mengatakan di tengah pandemi ini perseroan untuk pertama kalinya di Indonesia memperkenalkan konsep Biosafety dan Biosecurity Management dalam memperkuat aspek higienis di seluruh bandara. 

Biosafety Management memiliki sejumlah program untuk memutus mata rantai penularan bahaya biologi, yakni biohazard precautions, environment screening, infrastructure sterilization, public health assurance, dan laboratory testing facilities. 

"Perseroan juga menerapkan Biosecurity Management di bandara, terdiri dari ketentuan physical distancing, health screening, passenger touchless processing, facility cleanliness dan people protection," ujar Muhamad Wasid.

 

3 dari 4 halaman

ASQ Awards 2020

FOTO: Libur Panjang, Bandara Soetta Dipenuhi Penumpang
Perbesar
Penumpang berjalan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2020). PT Angkasa Pura II menyebutkan ada 50.000 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara Soetta untuk berpergian saat libur panjang pada hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun pada ASQ Award 2020, total 7 bandara AP II berhasil meraih penghargaan, yaitu:  

- Soekarno-Hatta: Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific)

- Husein Sastranegara Bandung: Best Airport by Size and Region (2 to 5 million passengers per year in Asia-Pasific); Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific)

- Depati Amir Pangkalpinang: Best Airport by Size and Region (under 2 million passengers per year in Asia-Pacific); Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific)

- Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang: Best Airport by Size and Region (2 to 5 million passengers per year in Asia-Pacific)

- Supadio Pontianak: Best Airport by Size and Region (2 to 5 million passenger per year in Asia-Pacific)

- Sultan Thaha Jambi: Best Airport by Size and Region (under 2 million passengers per year in Asia-Pacific)

- Silangit: Best Airport by Size and Region (under 2 million passengers per year in Asia-Pacific)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓