Menko Luhut Resmikan 2 Pengelolaan Sampah di Pasuruan, Bisa Tampung 32 Ton per Hari

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2021, 15:51 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 15:53 WIB
Program pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Program pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meresmikan dua fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPST 3R) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Fasilitas itu nantinya mampu mengolah sampah hingga 32 ton per hari.

"TPST 3R ini akan mengelola pengumpulan dan pemilahan sampah serta proses daur ulang sampah di kecamatan Lekok dan Nguling, dengan kapasitas sampai 32 ton per hari. Kedua fasilitas ini akan mengumpulkan semua sampah termasuk 1.500 ton sampah plastik pada saat beroperasi penuh pada 2022," ucapnya dalam webinar bertajuk Kemitraan Menuju Indonesia Bebas Sampah: Peresmian Fasilitas TPST3R di Kabupaten Pasuruan, Jumat (26/2/2021).

Luhut mengungkapkan, kedua TPST 3R ini dibangun sebagai kerja sama antara Pemerintah Daerah Pasuruan dan Project STOP. Lalu juga ada Nestlé selaku mitra strategis Project STOP, menjadi penyandang dana utama kemitraan kota Project STOP di Pasuruan.

Selain itu, mitra strategis Project STOP yaitu Borealis, pemerintah Norwegia, Nova Chemicals, Borouge dan Siegwerk juga turut mendanai Project STOP di Pasuruan.

Direktur Program Project STOP Mike Webster mengatakan, bekerja sama dengan masyarakat setempat, Project STOP sejauh ini berhasil membangun sistem pengelolaan dan pengumpulan sampah, termasuk program edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah dari rumah dan pembentukan badan usaha desa yang melayani lebih dari 42.000 warga.

"Project STOP berfokus pada pengelolaan sampah dan peningkatan manfaat sosial seperti kesehatan, perikanan, lapangan kerja, dan pariwisata. Kali ini, kami telah membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, lebih sirkular, dapat dikembangkan, dan dengan biaya lebih ekonomis di kecamatan Lekok dan Nguling, yang terletak di garis pantai dan memiliki tingkat pengumpulan sampah di bawah 1 persen," ungkap dia.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 2 halaman

Sampah Dipilah

Program pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Program pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. (Dok Kementerian PUPR)

Dia menambahkan, Kedua TPST 3R dilengkapi dengan sistem pemilahan dan pemrosesan sampah, alat pengelola residu, dan berbagai fasilitas pendukung untuk memproses, dan mendaur ulang sampah, baik sampah organik maupun anorganik, yang dikumpulkan dari rumah-rumah dan tempat usaha. "Di TPST3R yang baru, sampah anorganik akan dipilah, didaur ulang dan dikirim ke industri daur ulang, sementara sampah organik diproses menjadi kompos untuk digunakan bagi pertanian," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf menyambut baik kehadiran dua fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Untuk itu, lebih dari dua hektar lahan telah dialokasikan oleh Kabupaten Pasuruan untuk pembangunan TPST 3R.

"Kami sangat senang dengan selesainya pembangunan kedua TPST 3R dan ini menunjukkan bahwa kerjasama multi-pihak untuk pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Kami yakin TPST3R ini dapat menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah yang terintegrasi dan sesuai dengan tujuan di Pasuruan," bebernya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓